Ketika Presiden Tak Mendengar Rakyat

Pidato Presiden terkait kasus Bank Century dan Bibit-Chanda membuat pro-kontra baru. Sebagian besar masyarakat yang menghendaki pengusutan kasus Bank Century dan mendukung Bibit-Chandra kian “memusuhi” pemerintah. Jelas saja, keputusan yang mengambang itu dinilai hasil kompromi dari berbagi kepentingan yang ada, tak terkecuali kepentingan “buaya” yang masih kuat pengaruhnya.

Keputusan Presiden itu, jauh berbeda dengan rekomendasi Tim 8 sebelumnya. Perbedaan ini juga yang menjadi salah satu, penyebab marahnya rakyat atas keputusan presiden tersebut. Presiden dinilai tak mampu menuntaskan kasus-kasus besar yang membuat keresahan rakyat. Presiden seolah bermain api dan membiarkan kasus ini mengalami metamorfosis yang cukup komplek. Rakyat meminta keputusan cepat dan tegas.

Melihat fakta diatas, memang tidak serta merta dapat disimpulkan bahwa kebijakan atau keputusan Presiden itu salah. Tetapi dilihat dari berbagai indikasi yang mengarah pada kesalahan itu dan bagaimana pemerintah memberikan argumentasinya. Apalagi, kasus ini penuh dengan rekayasa untuk kepentingan seseorang dan kelompok tertentu. Jadi, bila Presiden tak berani membersihkan orang-orang disekitarnya yang diindikasikan bermasalah dengan tegas, maka kasus-kasus besar akan terus terulang.

Apa jadinya, bila Presiden dinilai tidak mendengar rakyat. Tentu saja, rakyat juga akan tidak mengindahkan adanya pemerintah bahkan berusaha membangun kekuatan tersendiri untuk menggulingkannya. Sinyalemen ke arah itu, jelas adanya. Ini dunia demokrasi, sistem yang meletakkan rakyat di atas segala-galanya. Siapa yang mendapat dukungan rakyat, dialah yang diakui dan layak menjadi penguasannya. Oleh karena itu, berbagai kepentingan berlomba-lomba untuk memperoleh dukungan rakyat. Sehingga setiap kali kebijakan pemerintah yang dianggap salah, maka menjadi senjata yang paling ampuh untuk merusak kepercayaan terhadap pemerintah dan menjatuhkannya.

Bila pemerintah tidak mampu mendengar dan mengelola aspirasi rakyat, dapat dipastikan kekuasaan itu akan segera berakhir. Ketika kekecewaan dan ketidakpercayaan kian membesar, dimana pun rakyat berkumpul semakin luas pula kekecewaan itu menyebar. Tak terkecuali di dunia maya seperti facebook dan twitter. Berbagai aspirasi politik terus bergejolak dalam dunia yang masih dianggap remeh itu.

Dalam momen sepert ini, menjadi kesempatan untuk mengelindingkan isu bersama walaupun berbeda dasar dan latar belakang. Ada yang berdasar ketidaksukaan secara pribadi atau kelompok, ada juga karena berbeda pandangan maupun karena perbedaan ideologi. Pemerintah akan menjadi musuh bersama atas kekuatan yang menggoyangnya dengan dukungan rakyat. Bila yang mendominasi kekuatan tersebut adalah kekuatan pragmatis, tentulah pemerintahan penggantinya ke depan tidaklah jauh berbeda dengan sekarang.

Untuk menghindari dari penggunaan kekuatan rakyat secara tak bertanggungjawab, rakyat harus “melek” politik.  Rakyat akan terlepas dari berbagai kepentingan orang pragmatis dan niat jahat elit politik. Hanya dengan itu, rakyat akan memahami berbagi konflik politik yang ditimbulkan atas perebutan kekuasaan semata dan rakyat dapat memilih pada posisi yang tepat.

Kini, seharusnya kita sebagai rakyat harus mendengar secara terbuka semua argumentasi dari ideologi dan sistem yang ada. Kemudian dipikirkan untuk kebaikan kehidupan saat ini dan masa depan. Hanya dengan memahami berbagai pandangan dari ideologi dan aliran politiknya inilah akan membantu kita untuk memahami politik yang sebenarnya, termasuk politik Islam ideologis. Politik yang berdasarkan nilai-nilai tertinggi dan mulia, politik inilah satu-satunya yang mampu memposisikan dengan benar antara penguasa dan rakyat dalam sebuah sistem yang adil, seimbang dan dirahmatiNya.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

5 tanggapan untuk “Ketika Presiden Tak Mendengar Rakyat”

  1. kian hari pemerintah dzalim, maka revolusi putihpun makin dekat !!
    ana setuju dengan apa yang dikatakan bpk presiden.. ya, biar rakyat terbuka matanya lebar2, kalau para pemimpin yang mereka pilih TIDAK pro dengan rakyat!!

  2. bukan tak mendengar,,,

    tapi memang tidak ingin mendengar keluhan rakyat. karena presiden bekerja bukan untuk rakyat. tapi untuk para pemilik modal.

    salam

  3. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. Al Baqarah 6-7

  4. Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku sekalian di seluruh penjuru Dunia maya,

    Akhir-akhir ini, banyak orang dari berbagai penjuru dunia sedang memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.
    Hari peringatan yang bertepatan dengan maraknya pembahasan tentang kasus penggelapan dana Bank Century di negeri kita.
    Dan juga termasuk salah satu hari yang memuakkan bagi saya.
    Hari yang memuakkan, dimana kita memperingati suatu perbuatan yang sangat memalukan, KORUPSI!
    Kenapa juga kita harus memperingati jasa-jasa para koruptor yang telah membantu penghancuran kehidupan umat? He he he…

    Untuk selengkapnya, baca di:

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/corruption-day.html

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s