Bom Mengancam Pilpres?

Ada perubahan yang sangat radikal dalam gerakan terror bom di Indonesia. Ini bukan main-main, Presiden sendiri didampingi petinggi BIN, Polri dan Menko Polhukam mengungkap informasi intelejen terkait bom di JW Marriot – Ritz Carlton. Para pelaku mengancam revolusi bila SBY dilantik mulia rencana pendudukan KPU hingga upaya menjadikan Indnesia seperti Iran.
Bantahan dari kubu Mega-Prabowo, bahwa bom ini dipolitisasi dan pengalihan isu dari kisruh pilpres. Prabowo mengaku tak pernah terpikirkan akan melakukan kekerasan, yang selama ini dilakukan menggugat sesuai prosedur jalur hukum. Pernyataan Jusuf Kalla, juga senada yang menilai bom ini tidak ada kaitannya dengan pilpres, justru akibat Polri dan BIN tidak fokus karena terlalu memperhatikan pengamanan pilpres.
Ada beberapa keganjilan, Polri menyatakan tidak menemukan dokumen Jamaah Islamiyah di kamar 1808 JW Marriot yang ditempati pelaku berinisial ‘N’. Perbedaan menilai jenis bom high atau low explosive yang disampaikan baik Polri atau Menko Polhukam dan pihak lain. Lemahnya intelejen dan pasukan anti teror Densus 88 yang selama ini dibesar-besarkan prestasinya. Diperkeruh pernyataan ‘tak biasa’ Presiden yang memakai data intelejen, sehingga munculnya berbagai spekulasi yang bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dalam pikiran rakyat Indonesia, sudah terdapat folder terroris akibat kerja pasukan anti teror dan media, bahwa teroris itu adalah Jamaah Islamiyah dan orang-orang Islam garis keras lulusan Afganistan atau Filipina. Bila kini berubah menjadi meneror hasil pilpres, tentu menguak sebuah kerancuan paradigma yang sudah dibangun. Apakah terroris selama ini ada atau hanya sekedar permainan untuk dikambing hitamkan?.
Noam Chomsky, dalam buku Maling Teriak Maling, Amerika Sang Terroris? Menyatakan; Amerika lah terorisme sebenarnya, yang menuduh teroris kecil. Amerika yang melatih para teroris sebelumnya dan kini menjadi permainan yang cukup menarik untuk mendapatkan banyak dukungan dari berbagai negara di dunia. Sekaligus mengamankan berbagai aset dan perusahaan multinasional di berbagai negara di dunia.
Prilaku Amerika sebagai ‘penguasa’ diikuti oleh siap saja, termasuk SBY dalam mempublikasikan informasi intelejen untuk mengancam lawan politiknya. Ini menguatkan teori Noam Chomsky di atas, siapa yang berkuasa, dialah yang menentukan isu dan pelaku terror. Bahkan Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng menyatakan akan menindak tegas siapapun di balik bom kuningan, termasuk para politisi.
Terjadinya teror bom sangat tepat, diantara kisruh pilpres, kerusuhan di Freeport dan menjelang kunjungan MU ke Indonesia. Faktor kisruh pilpres, jadi alasan menjadikan siapa saja yang selama ini tidak bisa menerima hasil pilpres menjadi tertuduh. Wacana gugatan ketidakadilan Freeport atas penduduk lokal dan kecaman berbagai pihak atas keamanannya disana. Faktor MU menjadikan berita ini semakin membesar baik nasional maupun internasional. Mulai Menlu dan Presiden AS langsung mengecam, Sekjen PBB dan Pemerintah Inggris tak mau kalah mengutuk aksi teror di Jakarta.
Hubungan yang paling jelas adalah ucapan selamat Obama atas kemenangan SBY padahal belum resmi, sekaligus meminta hubungan lebih erat lagi. Dalam teror bom ini, Obama bahkan menawarkan bantuan pengusutan dan pemburuan pelaku Bom kuningan. Kini pertanyaanya, apa benar ini ancaman pilpres atau skenario agar Amerika lebih cepat meraih kepentingannya di Indonesia dengan mengamankan posisi SBY dan Freeport yang kini bergejolak?. Jawabannya akan kita lihat ke depan, adakah perubahan lagi, dari ancaman pilpres ke gerakan Noordin M. Top?. Bukti-bukti akan terkumpul dan analisa akan mengurai kasus ini.
Perlu ditekankan di sini, jelas umat Islam tak terkait dengannya walau sedikit pun. Tak logis bila nanti mengaitkan dengan gerakan dan organisasi Islam dalam peristiwa ini. Justru akan mengungkap kedangkalan berfikir dan analisa siapapun itu, termasuk penguasa saat ini.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Satu tanggapan untuk “Bom Mengancam Pilpres?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s