Membeli Pemilih

Pragmatisme yang mendominasi politik saat ini sudah sangat merisaukan. Ini bahaya besar untuk masa depan bangsa, karena pragmatisme menekankan semata-mata pada realita dan kemanfaatan sesaat. Sikap pragmatis juga cenderung menggunakan segala macam cara untuk mewujudkan suatu kepentingan dengan mengabaikan prinsip-prinsip kebenaran, kebaikan, dan kepantasan.

Pragmatisme rakyat
Dalam suasana pemilu atau pilpres sikap pragmatisme rakyat pun tumbuh subur. Ada yang berseloroh “sebagian besar rakyat sebenarnya punya pilihan yaitu memilih yang mau membeli suaranya dengan harga tertinggi”. Pragmatisme rakyat tentu saja bukan muncul sendiri tetapi hasil dari ‘pendidikan’ politik elit dan institusi politik selama ini.
Untuk membuktikan banyak fakta aktual saat pemilu legislatif beberapa waktu yang lalu. Saat kampanye, partai dan caleg butuh orang-orang untuk meramaikan suasana, saat itulah banyak orang bayaran siap berpesta, walaupun sebelumnya juga mengikuti kampanye partai yang lain. Ada yang mengambil peluang besar, sebagai sumber penghasilan di masa kampanye. Mereka mencari orang-orang atau komunitas bayaran dan menawarkan kepada caleg atau partai yang akan berkampanye. Aktivitas jual-beli ini tentu saja sama-sama menguntungkan, rakyat dapat penghasilan dan kampanye partai terlihat ramai.
Tidak ada yang gratis kata rakyat, itulah kenyataannya, tenaga dan suaranya tak mau digratiskan untuk partai atau caleg. Ada orang yang sudah diberi kaos tapi tidak mau dipakai bila tidak dibayar. Alasannya mereka layaknya media iklan yang berjalan yang siap menjajakan gambar partai atau caleg tertentu.
Saat caleg turun ke masyarakat tampak antusiasme warga. Ini dipastikan bukan terjadi secara spontan tapi sebelumnya sudah dipersiapkan oleh tim suksesnya masing-masing dengan berbagai langkah riil. Bila tidak, caleg tidak akan mendapatkan simpati yang besar dari warga setempat.
Saat menjelang pencontrengan, ‘serangan fajar’ dari caleg dan tim suksesnya menjadi harapan rakyat kecil untuk pengganti penghasilan dihari libur sehari. Bahkan ada yang jauh-jauh hari sudah membuat kespakatan untuk jual-beli suara ini. Sesuai pendekatan jual-beli suara yang ‘semi’ rahasia, kesepakatan kedua bela pihak pun sangat mudah dicapai.
Setelah pencontrengan, mencuatnya banyak tuntutan dari rakyat kepada caleg atau partai, agar membayar suaranya sesuai harga yang ditentukan sebelum pencontrengan. Ini bukan terjadi pada satu daerah, tapi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Bila bertanya pada orang awam, maka sesunguhnya itu sudah menjadi rahasia umum. Siapa yang membeli dengan harga tertinggi akan mendapatkan suara rakyat. Rakyat seolah faham betul bila suaranya mahal disaat pencontrengan.
Kejadian naif justru saat caleg gagal, mereka berupaya menarik bantuan-bantuan yang telah diberikan kepada rakyat, dengan alasan kekecewaannya karena tidak dipilih. Mulai karpet, paving, kambing hingga pengusiaran pedagang kecil dari tempat jualan atau tanah untuk tempat tinggalnya. Sikap rakyat yang pragmatis ini, mengakibatkan banyak caleg yang bangkrut, depresi bahkan gila. Inilah akhir wajah politik pragmatis yang dipenuhi transaksi jual-beli suara.

Menjelang Pilpres
Kini menjelang pilpres, kemungkinan besar langkah membeli pemilih ini akan tetap terjadi, bisa lebih besar dari pemilu legislatif. Ini ajang pertaruhan yang sesungguhnya bagi semua pihak yang berkecimpung dalam dunia politik. Elit politik tertinggi akan menekan bawahannya hingga ke level terendah untuk memenangkan pasangan yang diusungnya. Tindakan tegas siap dilayangkan kepada siapa saja yang memiliki pilihan lain.
Jual beli suara bisa langsung atau tidak langsung. Pembelian langsung, biasanya pasangan capres-cawapres atau tim suksesnya membuat kesepakatan harga per suara rakyat. Cara pembayarannya ada yang cash maupun kredit sesuai kesepakatan masing-masing. Cara langsung ini bisa dibilang konvensional, karena secara umum sudah dilakukan banyak pihak dan paling sering terjadi di masyarakat bawah.
Secara tidak langsung, sering dilakukan para ahli rekayasa kesepakatan pendapat masyarakat. Mereka menggunakan vote gatter baik artis atau para tokoh yang memiliki massa, tentu saja tidak gratis, mereka juga dapat imbalan. Tim sukses biasanya membuat segmentasi target ; ada anak muda, mahasiswa, rakyat kecil, buruh, petani dan nelayan, pengusaha hingga umat Islam. Vote getter disesuaikan dengan target pemilih yang ingin diraih.
Penggunaan hasil survey dari satu atau beberapa lembaga survey sebagai dasar rekayasa realitas pilihan rakyat. Hasil survey bisa menjadi alat propaganda model Bandwagon yang secara harfiah berarti “kereta musik”, namun maksudnya adalah mengajak rakyat untuk secara ramai-ramai menyetujui suatu gagasan atau program, dengan terlebih dulu meyakinkan mereka bahwa rakyat lainya pun kebanyakan telah menyetujuinya. Misalnya; hasil survey yang menunjukkan didukung mayoritas rakyat, maka akan banyak rakyat yang mengikutinya. Kedua, menjadi dasar ‘rekayasa’ secara sistematis di lapangan agar hasilnya sesuai dengan hasil survey. Walaupun yang kedua ini sulit terjadi, tapi diyakini juga dilakukan para tim sukses pasangan tersebut. Berbagai investigasi media dan LSM yang mensiratkan masih adanya peluang manipulasi DPT dan kertas suara.
Media dan pengamat politik atau ekonomi semakin terang-terangan mendukung salah satu pasangan capres-cawapres. Tentu saja ada tawar-menawar sebelumnya, baik berbentuk materi atau non materi sebagai langkah menguasai opini publik. Jelas, kondisi ini sangat merugikan rakyat, karena rakyat tidak mendapat pemberitaan dan analisa yang objektif dan seimbang. Rakyat akan mengikuti informasi yang mendominasi pemberitaan dan saran-saran pengamat pesanan pasangan tertentu.
Bagi incumbent, kampanye terasa murah, karena aktivitas pelayanan pun dapat ditumpangi kampanye. Mereka semakin sering melakukan kunjungan dan pertemuan dengan masyarakat. Mulai dari pasar, komunitas-komunitas hingga ke pesantren-pesantren berpengaruh. Bahkan para Menteri dan departemennya ikut membuat iklan ‘sukses’ serta meminta rakyat mendukung programnya agar dilanjutkan.
Akhirnya, disaat pencontrengan pilpres sebagai penentu, sekaligus bukti banyaknya pembelian suara pemilih akan terjadi. Karena fenomena membeli pemilih ini seperti fenomena gunung es yang siap muncul membesar, bila media atau siapa saja menelusuri lebih mendalam lagi.
Apakah kita masih meyakini nasib rakyat dan bangsa ditentukan pemilu seperti ini?. Antara pemilih dan yang dipilih membuat kesepakatan murahan hanya untuk mewujudkan kepentingannya dengan mengabaikan prinsip-prinsip kebenaran atau kebaikan.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Satu tanggapan untuk “Membeli Pemilih”

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    Eh, Saudara2ku di penjuru dunia maya, gimana kabar kamu sekeluarga?
    Semuanya baik2, sehat2, & tetep-beriman, aja kan?
    alhamdulillah… akhirnya pilpres 2009 dapat berjalan aman dan lancar.
    /* Lho, mulai nggak nyambung… halah, sambung2in aja deh. */

    Selamat kepada semua pihak yang telah turut berpartisipasi!
    Selamat menanggung amanah rakyat yang telah dibebankan kepada Anda dengan baik.
    Selamat memanfaatkan sisa umur Anda untuk mengabdi kepada Allah & melayani umat.
    Dan masih banyak lagi selamat lainnya yang tidak cukup ditulis di sini.

    Eh, ByTheWay-AnyWay-BusWay… gimana pilihan kamu kemarin?
    alhamdulillah… /* saya nggak tau sih, yang penting kita syukuri aja */
    Eh, tapi ngomong2… kamu tau nggak, kalo kondisi negeri kita sekarang ini udah sangat memprihatinkan bangetz?
    Nggak percaya? Mau bukti? Beneran? Yakin?

    Ya elah, kemana aja, Loe?
    Kelamaan camping ke Planet Saturnus? Masa gitu aja gak tau?
    Lihat tuh, di koran2, di web2, di tv2… atau di jalan2, ada banyak!
    Nih, saya kasih website referensi yang terpercaya, buka di web browser:
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    pokoknya banyak deh, di website lainnya, browsing aja sendiri…

    Terus, sekarang gimana… apa yang bakal kamu lakuin?
    Masih gak peduli sama nasib Saudara2 kita yang tersesat & terdzalimi?
    Pindah ke Planet Pluto aja, Loe! Bumi udah sumpek!

    Buat kamu2 yang kemarin ikut golput pemilu 2009,
    apa kamu pikir kalo kita cuma golput, tau2 sim-salabim, negeri kita jadi makmur sejahtera, happily everafter… dll. dsb. dkk.?
    Terus, buat kamu2 yang kemarin ikut nyontreng pemilu 2009,
    apa kamu pikir kalo kita cuma nyontreng, tau2 abra-kadabra, negeri kita bisa selamat dengan sistem seperti sekarang?

    Terus terang aja Saudara2, sekedar golput itu bukan solusi yang tepat!
    Terus terang juga, sekedar nyontreng itu juga bukan solusi yang tepat!
    Lha, terus kalo gitu solusi yang paling tokcer, apaan donk?
    Solusi yang paling ampuh adalah Islam!
    Huahahaha…3x uhuk…2x!!

    Hah, masih gak percaya lagi? Udah pernah belajar Islam di sekolah, belum?
    Udah tahu belum, kalo Islam itu lebih dari ibadah ritual?
    Kalo belum, balik lagi ke SDN Planet 204-Nebula, sana!
    Nih, saya kasih website referensi yang terpercaya, buka di web browser:
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    pokoknya banyak deh, di website lainnya, browsing aja sendiri…

    Buang semua sistem sekuler & anak cicitnya yang selama ini menggerogoti kehidupan kita! (misal: kapitalisme, liberalisme, demokrasi, dll.)
    Sistem sekuler, yang misahin unsur agama dalam kegiatan se-hari2, sudah terbukti bikin manusia lupa sama Allah!
    Aturan Allah di-injak2, /* kayak cucian aja, emang Nabi nyuruh nginjak2 Qur’an */
    diganti sama aturan bikinan manusia yang dibuat dengan seenak udel mereka sendiri,
    /* udel kok enak? emangnya donat? */
    sehingga banyak manusia yang terlena gara2 nuruti hawa nafsunya!
    Mari kita kembali ke jalan yang benar!
    Mari kita bangkit, sebelum kita dibangkitkan!

    Karena sistem yang ada sekarang ini, cuma dijadikan alat oleh para penjajah untuk memenuhi hawa nafsu mereka!
    Sistem yang penuh dengan bug, unhandled data, troubleshooting, bad sector, dll…
    [system error]
    Sudah saatnya kita ganti sistem “bobrok-bin-destructive” buatan manusia ini dengan sistem yang lebih baik, SISTEM ISLAM!!
    Islam, sudah terbukti & teruji untuk mengatasi segala tantangan & mampu menjawab berbagai problematika umat!
    /* Kok jadi kayak iklan di TV? Whatever lah… */

    Q: Ok, lah… masalahnya emang terletak pada sistem yang rusak, sehingga bikin kondisi negeri kita jadi berantakan kayak gini. Terus… hubungannya sama gue, apa?
    A: Ya elah, Coy! Masih belum sadar juga? Pindah ke Planet Uranus aje, Loe!
    Kita sebagai warga negara yang baik, harus mulai menyelamatkan bangsa & negeri ini, dengan Islam!

    Inget Saudaraku sekalian, kita adalah bagian terpenting dari negeri ini!
    Kita semua adalah pemimpin yang udah diserahi amanah sama Allah.
    Wih, enak… gak perlu repot2 ikut pemilu, langsung dijadiin pemimpin!
    Eits, ada tapi-nya… habis kiamat nanti, kita semua harus BERTANGGUNG JAWAB atas setiap amanah yang telah diberikan kepada kita!
    Salah satu hal yang dimintai pertanggungjawaban yaitu, AMANAH KITA SEBAGAI SEORANG WARGA NEGARA, TAU….???
    Maka dari itu, Anda2 sekalian juga harus terlibat!
    Hihihihi… mau kabur, ya? (^A^)

    Terus… masalahnya sekarang, kita mau jadi pemimpin kayak gimana?
    Mau jadi pemimpin yang nurutin hawa nafsu, & berujung pada kehinaan & kerusakan?
    atau jadi pemimpin yang taat sama Islam, & berujung pada kemenangan & kebaikan?
    Cuma kita yang bisa nentuin! Choose your own path! Ciee…!!! Karena…

    Perubahan sejati adalah perubahan menuju arah yang lebih baik,
    yang dimulai dari pemikiran, perasaan, & cara hidup kita,
    berawal dari cinta & niat yang bersih, tulus, setia, & lurus,
    disertai dengan cahaya ilahi yang senantiasa menyinari hati,
    tiada Illah (yang dicintai, dipatuhi, & disegani) selain Allah.
    /* Rada gak nyambung lagi, y? Sambung2in lagi aja deh! */

    Maka dari itu, Saudaraku sebangsa setanah-air…
    Kita bangkit untuk menerapkan Islam, yuk!
    Secara sempurna dan menyeluruh.
    Mulai dari diri sendiri…
    mulai dari yang sederhana…
    dan mulai dari sekarang…

    Si Jacko (King of Pop) aja mau ber-Islam, masa kita nggak mau?
    Yuuk? Yuk, iya, iyuuu….uuk! /* jayus bangetz sich */
    Karena Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa…
    dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Semoga kita semua bisa meraih kembali kejayaan umat negeri ini, dengan Islam.

    Udah dulu, cukup Sekian “invitation letter” dari saya.
    InsyaAllah, semoga surat cinta ini bisa sedikit “menggelitik” relung hati Saudara2.
    Terserah, situ mau nganggep saya gila atau sinting,
    mau cuek silahkan… mau ikut silahkan… tanggung sendiri konsekuensinya…
    yang penting sekarang tanggungan saya sudah berkurang, fiuh… (^o^)’

    Oh iya, hampir kelupaan… ma kasih atas perhatian ‘n kerja samanya. (T_T)
    Tolong maafin saya, kalo ada kata2 yang salah atau kurang berkenan,
    soalnya saya memang rada2 emosional pas ngomongin masalah ginian, harap maklum.
    Sekali lagi, ma kasih y, cuma Allah yang bisa mbales… (T_T)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    NB: Please Read Me…
    Kalo pesennya kebanyakan, gak usah ditampilin juga gak apa2, kok.
    Kalo ada kesempatan, tolong mampir ke sini ya, Ma kacii… (^_^)
    http://www.almawaddah.or.id
    http://www.eramuslim.com
    http://www.harunyahya.com
    http://www.hidayatullah.com
    http://www.hizbut-tahrir.or.id
    http://www.islamic-center.or.id
    http://www.majalah-elfata.com
    http://www.muslim.or.id
    Mohon maaf buat produsen majalah lain, kalo saya cantumin satu2, g cukup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s