Mengintervensi Demokrasi

Membaranya Iran membuat banyak mata seolah kembali pada era 80-an, sebuah kondisi yang mencekam. Bila dulu runtuhnya rezim yang didukung Amerika, sekarang oposisi pro Amerika berusaha merebut kekuasaan, namun kalah secara demokratis.
Rakyat pendukung oposisi Housain Mousovi tidak terima atas kekalahannya dalam pilpres baru ini, memicu terjadinya kerusuhan. Pendukung oposisi yang demokratis justru tidak mampu menunjukkan sportifitas dalam persaingan. Kerusuhan telah menewaskan lebih dari 10 demonstran dan melukai puluhan yang lain. Amerika dan negara-negara Eropa merasa perlu ikut campur dengan kecaman-kecaman. Sebuah tanda Amerika juga tidak bisa menerima bila Ahmadinejad memimpin Iran kembali dan menjadi contoh negara yang tidak tunduk padanya.
Ada 2 fokus perhatian dalam kasus Iran, pertama; kemenangan Islam politik dalam demokrasi cenderung munculnya intervensi negara barat. Sama halnya kemenangan Hamas di Palestina atau FIS di al Jazair beberapa tahun yang lalu. Bukan hanya masalah tidak demokratis tetapi mereka masih ingin mengokohkan hegemoninya atas negara-negara dunia ketiga. Jelas ini terkait dengan ketidakrelaan Amerika akan upaya negara jajahannya yang ingin merdeka secara hakiki.
Terlalu banyak kepentingan Amerika atas negara-negara berkembang, selain mereka bisa mendapatkan bunga atas pinjaman, sumber daya alam, pasar potensial bahkan ketundukan pemerintah negara atas perintah Amerika dalam segala hal. Amerika bisa besar dan mendominasi secara politik, ekonomi serta militer atas semua negara, karena juga menguras kekayaan alam negara-negara yang tunduk padanya.
Bahkan terasa Amerika menggunakan standar ganda dalam menyikapi berbagai rezim di dunia. Bila rezim tunduk pada Amerika walaupun tidak demokratis akan tetap dipertahankan, sebaliknya rezim yang demokratis pun bila tidak tunduk pada Amerika akan diganggu dan kalau bisa digulingkan.
Kedua; peran media barat tak kalah pentingnya dalam menjaga hegemoni Amerika atas negara-negara lain. Kekuatan media global yang kapitalistik ternyata memberikan satu warna pemberitaan dalam kaca mata Amerika. Bukannya objektif dan seimbang, justru provokatif dalam melihat kasus-kasus negara muslim yang menggeliat.
Pengusiran para jurnalis juga terjadi saat ini, persis seperti saat revolusi Islam dulu. Edward Said mengabadikan dalam bukunya yang berjudul Covering Islam, dimana dunia Islam diliput dan dipotret dari sisi Amerika yang cukup menakutkan bagi bangsa-bangsa lain, bahkan umat Islam lainnya pun membencinya. Siapapun yang melihat jurnalisme Amerika secara objektif akan membencinya sebagaimana yang diutarakan Edward Said ketika menulis Covering Islam, bukan bermaksud membela Islam tetapi karena melihat ketidakadilan media barat menggambarkan Islam bagi siapapun baik di barat dan timur. Ziauddin Sardar pun melihat umat Islam akan terus menjadi objek ketidakadilan informasi dunia, jika umat Islam sendiri tidak pernah memberikan informasi yang cukup dan kerja keras di bidang informasi.
Selama Islam dihadirkan dalam nation state, akan sangat mudah campur tangan asing. Ini bukti kesekian kalinya bahwa barat masih belum rela bila demokrasi terbunuh secara demokratis. Medianya pun rela mengorbankan prinsip objektivitas dalam peliputan demi mendukung hegemoni negaranya yang tidak demokratis. Bahkan kekuatan media global disebut Noam Chomsky sekuat negaranya dalam memenangkan perang Informasi global.
Seharusnya umat Islam bercermin pada sejarahnya, yang kuat dan menjadi adidaya terlama dalam sejarah peradaban manusia karena bersatunya seluruh kekuatan Islam. Karen Armstrong dalam bukunya Islam: A Short History, juga menulis bahwa persatuan Umat selalu menjadi harga paling berharga, kini dunia muslim terpecah menjadi Kerajaan dan Republik, yang perbatasannya ditentukan oleh arbitrasi kekuatan-kekuatan Barat.
Bila demikian umat Islam harus keluar dari penjara kekuatan barat dengan menyatukan semua kekuatan Islam kembali menjadi satu kekuatan besar. Bila tidak, Umat Islam akan terkungkung terus sebagaimana kondisi saat ini, bahkan bisa semakin buruk.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Satu tanggapan untuk “Mengintervensi Demokrasi”

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s