Tak Sekedar Mandiri dan Pro Rakyat

Krisis ekonomi global menjadi faktor penentu program utama para capres-cawapres dan tim suksesnya. Berbagai rancangan ekonomi yang membuat rakyat ‘kepincut’ dipersiapkan, tak terkecuali bagaimana iklannya nanti.
Semua pasangan capres-cawapres mengklaim akan mengutamakan rakyat dan menjadi Negara yang mandiri dan berdaulat di bidang ekonomi. Pasangan Mega-Pro lebih tegas mengusung ekonomi kerakyatan yang akan mengutamakan untuk kepentingan rakyat kecil. Mereka membuat gebrakan sejak deklarasinya di TPA Bantar gebang hingga di pasar besar Solo. Tak hanya itu Mega dan Prabowo pun rela mempraktekkan membawa barang dagangan ala pedagang kecil. Dalam iklan-iklannya sebelumnya Prabowo menyindir besarnya subsidi untuk orang kaya yang sesungguhnya akan jauh lebih bermanfaat bila diberikan ke para petani, nelayan dan pedagang kecil.
Pasangan SBY-Boediono menekankan akan melanjutkan kebijakan-kebijakan yang diakui sudah berhasil, sedangkan yang belum akan diperbaiki. Semuanya atas nama rakyat dan mengutamakan kemandirian bangsa. Dengan berbagai jurus pasangan ini mengelak atas berbagai tuduhan antek neolib dan partai waralaba dari Partai Demokrat Amerika. Pilihan SBY terhadap Boediono dinilai memberi kesempatan pesaingnya mendapat angin, bahkan ini dikatakan salah satu penyebab tren turunnya penerimaan masyarakat terhadap pasangan ini.
Sedangkan pasangan JK-Wiranto sejak awal menyatakan lebih cepat lebih baik, namun mendapat nomor urut terakhir. Tim kampanye dan konsultannya merasa penting mengungkap kelebihan JK yang cepat dan tegas dalam menjalankan berbagai kebijakan serta menyelesaikan permasalahan. Dalam iklannya meminta tokoh-tokoh nasional untuk menilai siapa dan bagaimana prestasi JK selama ini, tentu di luar benar atau tidak, namanya juga iklan.
Hari-hari ke depan rakyat akan diserang berbagai janji dan bujuk rayu citra buatan. Baik kampanye langsung, iklan di media cetak, radio, TV hingga dunia maya. Kampanye pilpres diprediksi akan semakin ramai, karena ini masa penentuan di antara ketiga pasangan partai-partai besar merebut posisi puncak di negeri ini.
Bila kita pikir secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari, ternyata sebuah hasil tidak selalu sesuai dengan apa yang kita usahakan. Ini menunjukkan bahwa manusia hanya bisa berupaya sedangkan Allah-lah yang menentukan hasilnya. Seringkali para pasangan dengan sadar meminta ridha Allah agar dapat dipercaya oleh rakyat untuk memimpin negeri ini. Bahkan simbol dan argumentasi berdasarkan agama pun dipakai, serta sebagian besar dari mereka meminta restu dari para pemimpin agama, terutama agama Islam. Sehingga titik tekannya seharusnya bukan hanya berusaha sesuai kemampuan, tetapi harus sesuai dengan kaidah-kaidah Allah yang akan mendatangkan berkahnya. Keberkahan itulah sesungguhnya bukti ridha Allah, sebagaimana FirmanNya; “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (TQS. Al A’raf [7] : 96).
Bila Mega-Pro mengedepankan ekonomi kerakyatan dan berbasis pertanian dan ekonomi riil maka sesungguhnya masih banyak yang kurang jelas. Beberapa diantaranya konsep kepemilikan lahan, kekayaan alam dan mekanisme distribusi ekonomi hingga jaminan pemenuhan kebutuhan pokok setiap rakyat.
SBY-Boediono tak memberikan perubahan apa-apa, tetapi hanya melanjutkan yang sudah ada. Apa yang mereka anggap baik dilanjutkan dan yang buruk diperbaiki dengan mengutamakan kepentingan rakyat. Sedangkan JK-Win sesungguhnya tidak jauh berbeda, hanya mengandalkan penanganan lebih cepat saja. Kenyataannya JK juga bagian dari pemerintahan yang sekarang, sehingga hasilnya takkan jauh beda dengan yang sekarang.
Bila ketiganya tidak memberikan bukti ketundukan pada kaidah-kaidah ekonomi atau pengurusan urusan rakyat sesuai dengan Islam, maka akan sulit turunnya ridha dan berkah Allah. Ini bukan klaim sepihak, tetapi sebagaimana yang ada dalam al-Qur’an dan al-Hadits sudah sangat jelas. Bila dalam menyampaikan pesan yang jelas ini para ulama kemudian menganalogikan pada kehidupan sehari-hari. Misalnya bila ada seorang buruh yang tidak patuh terhadap atasan, apakah buruh tersebut dapat penghargaan? tentu jawabannya “tidak”, justru hukuman yang didapat. Begitu juga kehidupan bangsa ini, bukan keberkahan, tetapi akan banyak kesulitan dan bencana karena kesombongan kita sendiri. Jadi mau pilih yang mana? pasti yang mendatangkan berkah.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

2 tanggapan untuk “Tak Sekedar Mandiri dan Pro Rakyat”

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s