Musim Cari Pasangan

Proses politik negeri ini memasuki masa cari pasangan. Elit politik yang sejak awal mendeklarasikan capres kini sibuk setengah mati untuk dapat pasangan. Mereka menjajaki satu sama lain dalam berbagai aktivitas politik, kunjungan ke rumah ketua umum partai, membuat pertemuan bersama, menggelar rapimnas, rapat konsultasi serta berbagai kegiatan yang tidak terekam media.

Kondisi makin seru, saat Golkar memutuskan berpisah dengan Demokrat. Keputusan ini tentu saja membuat peluang oposisi semakin besar. Hingga kini posisi Golkar dan capresnya dalam kondisi bingung, karena suaranya tidak mecukupi untuk mengajukan capres sendiri. Sehingga harus membuat blok koalisi baru yang mengusung capres-cawapresnya. Apalagi kondisi internal tidak solid, jangan-jangan bila mengajukan capres-cawapres sendiri akan terulang seperti pemilu sebelumnya. Kalah dengan pasangan lain yang juga dari kader Golkar, namun maju atas nama pribadi.

Pemilihan cawapres sebagai pasangan capres dalam waktu singkat, bukan hanya menunjukkan pragmatisme tetapi juga asal-asalan. Asal cocok, asal populer, asal punya modal besar dan terpenting asal mas kawinnya (bagi-bagi kekuasaan) sudah disepakati. Sikap ini tentu berlawanan dengan janji-janji yang sebelumnya diumbar saat kampanye yang akan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Memilih pasangan akan mudah bila jelas ikatan seperti apa yang ingin dijalin. Kalau hanya untuk ikatan sementara seperti muda-mudi yang pacaran hanya untuk kesenangan sesaat, tidak sampai ke pernikahan. Mereka tidak berfikir bahwa ikatan tersebut akan sampai akhir kehidupan dan dilanjutkan ke akhirat.

Bila memilih pasangan untuk selamanya, maka tidak perlu syarat-syarat yang aneh dan “njlimet” yang sulit ditemukan pada manusia. Banyak pengamat politik yang menilai syarat pasangan yang disampaikan SBY, sangat sulit dipenuhi politisi negeri ini. Justru terkesan menyindir atau mengkritik pasangannya saat ini.

Seharusnya syarat utama harus sesuai dengan dasar agama dan ideologinya, selain apa saja yang kita inginkan. Tentu syarat ini bukan main-main, justru hanya dengan agama dan ideology, kita bisa mengetahui kualitas manusia sesungguhnya. Orang yang agamanya baik, berarti dia memahami tanggungjawab yang terbesar dan dalam pengawasan yang paling melekat. Sehingga terkait kelurusan dan ketulusannya dalam menjalankan amanah sangat kuat. Kesamaan ideologi juga menjadikan ikatan semakin kuat dan lebih permanent. Karena ideologi adalah dasar atas seluruh pemikiran serta sistem aturan yang dianut seseorang dalam menjalani kehidupannya.

Tentu bukan hanya agama atau ideologi akademis atau sekedar gelar. Tetapi agama dan ideologi yang sudah teruji dalam berbagai kondisi dan permasalahan kehidupan. Bagaimanapun agama dan ideologi selalu mewarnai pemikiran dan pilihan sikap dalam kehidupan seseorang. Mereka yang menjadi pilihan tentu yang paling lurus agama dan paling konsisten terhadap ideologi yang mereka yakini. Bila tidak, pasangan ini akan mudah berselisih dan berpisah karena kepentingan pragmatis.

Kini rakyatlah yang seharusnya jeli terhadap proses cari pasangan para elit politik yang pragmatis. Sikap pragmatisme adalah bagian dari sikap penipu dan pembodohan masyarakat. Apa yang diajarkan dari pragmatisme dalam politik, bila sering kali elit politik mengungkapkan pentingnya pendidikan politik bagi rakyat? Hasilnya rakyat juga sangat pragmatis dalam menentukan pilihannya. Inilah penyebab carut marutnya dunia politik negeri ini yang hingga kini masih memanas. Begitu juga akan sangat sulit merubah pragmatisme rakyat, karena sudah nyata elit politik menipu rakyat dengan berbagai sikap pragmatisnya. Seolah itulah cara rakyat yang tepat membalas prilaku elit yang pragmatis.

Akhirnya, kita harus berperan aktif untuk memerangi pragmatisme politik dalam berbagai proses politik. Ini tentu untuk masa depan kita semua. Bila selalu pragmatis, maka kita tidak akan sampai pada tujuan yang sudah lama diimpi-impikan. Bila demikian kini saatnya, tolak setiap prilaku pragmatisme politik dan beralih ke politik idealis yang ideologis.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Satu tanggapan untuk “Musim Cari Pasangan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s