Meraih Berkah Ekonomi Syariah

Di era kapitalisme menuju kehancuran, ada 2 upaya yang terlihat jelas, yaitu penyelamatan ekonomi kapitalisme dan pencarian sistem ekonomi alternatif. Bila upaya penyelamatan ekonomi kapitalisme sekarang sudah diluar teori kapitalisme yaitu penyelamatan dilakukan negara bukan mekanisme pasar sendiri. Negara Amerika pun harus mengeluarkan dana triliunan untuk penyelamatan, hasilnya sama tidak berubah.
Sedangkan upaya mencari sistem ekonomi alternatif, para praktisi ekonomi telah mengenal ekonomi syariah, walaupun masih terbatas pada perbankan syariah. Keunggulan sistem ekonomi syariah, termasuk bank syariah, tidak hanya diakui oleh para tokoh di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Ketahanan sistem ekonomi syariah terhadap hantaman krisis keuangan global telah membuka mata para ahli ekonomi dunia. Banyak di antara mereka yang lalu melakukan kajian mendalam terhadap perekonomian yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Direktur International Capital Market Association Centre di University of Reading, John Board, mengatakan, keuangan Islam dapat memperkuat hal yang telah dimengerti bankir barat selama 200 tahun, tapi telah dilupakan dalam 50 tahun terakhir.
Tidak hanya itu, sejumlah negara di Eropa — seperti Inggris, Jerman dan Perancis — dan Amerika pun mulai mengadopsi sistem keuangan syariah ini. Mereka kini ramai-ramai mendirikan Unit Usaha Syariah (UUS), bahkan Bank Umum Syariah (BUS). Salah satunya adalah Inggris. Lebih dari 26 bank di Inggris kini menawarkan produk keuangan syariah, termasuk lembaga besar seperti HSBC. Enam bank syariah telah menyediakan seluruh produk sesuai dengan hukum syariah. Islamic Bank of Britain (IBB) yang merupakan pionir dalam perbankan ritel telah memiliki 64 ribu nasabah dan cabang-cabang di London, Birmingham, dan Manchester. Baru-baru ini IBB meluncurkan kredit rumah dengan harga kompetitif dengan syarat-syarat yang diharapkan mampu menarik nasabah melebihi pasar utamanya, yaitu dua juta jiwa Muslim di Inggris.
Berdasarkan studi sebuah organisasi independen yang mewakili industri pelayanan keuangan Inggris, International Financial Services London (IFSL), keuangan syariah tidak terkena dampak besar terhadap krisis ekonomi global. Pasalnya, keuangan syariah tidak menggunakan instrumen derivatif seperti halnya keuangan konvensional. Meski keuangan syariah juga memiliki risiko, namun syariah jauh dari ketidakpastian atau gharar. Seluruh perjanjian jual beli tidak berlaku bila objek perjanjian tidak pasti dan tidak transparan.
Prancis kini juga akan mengembangkan ekononomi syariah. Ini ditandai dengan hadirnya sejumlah investor dari negara-negara Teluk dan Qatar Islamic Bank (QIB). Setidaknya tiga bank telah mengajukan izin operasi di Prancis, yaitu Qatar Islamic Bank, Kuwait Finance House dan Al Baraka Islamic Bank of Bahrain. Perwakilan dari QIB pun telah berkunjung ke Prancis untuk mengurus izin operasi bank.
Pengacara asal Prancis yang menyambut perwakilan QIB, Gilles Saint Marc mengatakan, peraturan perbankan syariah di Prancis telah siap. Setidaknya perizinan dua bank yang mengajukan ke pemerintah pun telah berada dalam tahap akhir. ”Kami menargetkan bank syariah pertama di Prancis telah siap sebelum akhir 2009,” kata Marc. Marc mengatakan sejumlah bank lain pun telah menyatakan ketertarikannya menjual produk dan layanan syariah. Senat Prancis pun mencari cara untuk mengeliminasi rintangan hukum, khususnya pajak, untuk mengembangkan produk dan pelayanan keuangan syariah.
Menteri Keuangan Perancis, Christine Lagarde pun telah berjanji membuat penyesuaian peraturan hukum untuk perbankan syariah. Para pemimpin dunia pun, katanya, mencoba mencari prinsip baru untuk sistem keuangan internasional yang memiliki transparansi, tanggung jawab, dan moderat.
Sementara itu, bank syariah juga mulai berkembang di Amerika Serikat. Penerapan prinsip syariah yang tak mengenakan bunga pada pembiayaannya diterapkan oleh sebuah bank kecil di Michigan, AS bernama University Islamic Financial. Secara khusus bank tersebut memberikan pembiayaan sesuai dengan nilai syariah. Ini berarti bank tersebut tak menarik bunga dan tak ada transaksi yang memiliki risiko tinggi. ”Jika anda menggunakan pembiayaan sesuai prinsip Islam maka anda tak akan terkena krisis,” kata Direktur University Islamic Financial Corp, John Sickler, sebagaimana dilansir dari startribune.com. (Republika, 14 Feb 2009).
Secara teori maupun aplikasinya, bank syariah ataupun ekonomi syariah menang secara mutlak atas ekonomi kapitalisme. Ekonomi syariah bertumpu pada kehidupan riil dan tidak mengenal sektor non-riil. Sehingga sangat aman dan tidak akan menimbulkan buble economic ala ekonomi kapitalisme. Bertumpu pada peran negara dalam mensejahterakan rakyatnya bukan diserahkan pada mekanisme pasar yang menjadikan sebagian saja yang sejahtera. Batasan kepemilikan sangat jelas baik kepemilikian umum, negara maupun induvidu, sehingga tidak ada orang yang lebih kaya daripada negaranya. Mata uangnya pun dari emas dan perak yang tidak akan bergoyang nilainya karena intersik dan nominalnya sama.
Bila satu bidang saja dari syariah dijalankan ternyata hasilnya luar biasa, mengapa tidak ada upaya yang serius untuk menerapkan syariah secara total? Apa nanti menunggu orang-orang barat mengadopsi syariah semua, baru kita mengikutinya? Bila begitu, keimanan dan ketundukan kita terhadap Allah SWT perlu dipertanyakan?

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Satu tanggapan untuk “Meraih Berkah Ekonomi Syariah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s