Detik-detik Kehancuran Kapitalisme Global

AS benar-benar membuat “film” yang sangat menarik, Keruntuhan Kapitalisme Global. Pasar modal dihantui ketidakpastian, indeks harga saham di bursa dunia terus memburuk dan ribuan perusahaan yang berdiri diatas sistem ini pun banyak gulung tikar. Gelombang PHK di Negara maju kian besar sedangkan upaya penyelamatan oleh Negara dengan bail out dan stimulus yang menghabiskan triliunan dolar AS sia-sia.
Dalam Forum Ekonomi Dunia (Word Economic Forum/WEF) di Davos Swiss, 28 Jannuari s/d 1 Februari 2009. Forum yang dihadiri oleh para CEO Perusahaan Besar, Kepala Negara, Menteri Ekonomi, Lembaga Dunia (PBB, Word Bank, IMF) dan para jurnalis. Namun forum yang bertema “Shaping the Post-Crisis World” tersebut tidak mampu menawarkan solusi bagi krisis global.
Menurut para pakar, peserta forum tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan krisis. Kirshore Mahbubani mengatakan “Tidak ada seorangpun yang faham bagaimana mengatasi krisis ini dan apa yang harus dilakukan untuk keluar dari belenggu ini.” Stephen Roach, Kepala Bank Investasi Morgan Stanley, “Davos hanya jadi ajang debat global semata, kita kini memulai memasuki fase dari setiap krisis yaitu saling menyalahkan.”
Detik-detik keruntuhan sistem kapitalisme global kian terasa, harapan baru Obama tak mampu memberikan sinyal perubahan. Mekanisme Pasar “gila” kian sulit dijinakkan. Dalam sistem kapitalisme global, mekanisme pasar layaknya tuhan yang harus diikuti. Kepercayaan ini seperti kepercayaan primitif, “tuhan/dewa butuh tumbal.” Maka setiap berapa periode mekanisme pasar minta tumbalnya. Dalam catatan sejarah, krisis financial sudah dimulai tahun 1907, 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1997, 2001, 2008 hingga kini. Atau menurut Roy Davies dan Glien Davies, sepanjang abad 20, telah terjadi lebih dari 20 kali krisis yang melanda banyak Negara. Ini berarti setiap 5 tahun sekali mekanisme pasar meminta tumbal krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan ratusan juta umat manusia.
Sebelumnya Presiden Prancis, Sarkozy menilai kondisi kegoncangan yang dipicu oleh pasar finansial telah meletakkan akhir bagi ekonomi pasar bebas. Sesungguhnya ide kekuatan pasar mutlak dan tidak boleh adanya pembatasan dengan peraturan dan intervensi politis merupakan ide gila. Ide bahwa pasar selalu berada di atas kebenaran juga merupakan ide gila (aljazeera, 2/9/2008).
Para pakar dan praktisi juga meyebutkan bahwa krisis akan lebih lama dari yang diprediksikan tahun 2010. Ketidakpastian yang menjadikan krisis ini memang menjadi dasar sistem kapitalisme. Bagaimana mungkin bisnis yang memiliki sifat tidak pasti diklaim pasti dengan hitungan bunga. Bila yang diprediksi tidak sesuai dengan kenyataan maka ketidakpastian menjadi hantu terbesar dalam sistem kapitalisme.
Ideologi yang berdasarkan pada sekulerisme ini disebut kapitalisme karena aspek ekonomi pasar bebas yang mendominasi sistemnya. Bila kini mekanisme pasar bebas yang dituhankan runtuh, maka pelan tapi pasti sistem kapitalisme yang diterapkan Negara-negara baik yang maju maupun miskin akan segera hancur.
Dalam prediksi teoritis bahwa kapitalisme dengan mekanisme pasarnya akan menjadi kekuatan yang tidak akan dapat dikendalikan. Sejarah dan alam mengajarkan sesuatu yang tidak terkendali akan menuju kehancuran. Kini teori itu jadi kenyataan dan kita menjadi saksi di detik-detik kehancuran kapitalisme global.
Bila demikian, akan semakin besar manusia yang berharap pada perbaikan atau perubahan dari sistem kapitalisme menuju ke sistem yang menjamin kepastian dan aman. Gubenur BI Budiono beberapa waktu yang lalu menyatakan sistem ekonomi syariah merupakan sistem yang aman dan tidak mengandung resiko sebagaimana sistem kapitalisme, sehingga sangat prospek diterapkan.
Bersambung – Meraih Berkah dari Ekonomi Syariah

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s