Parodi Politik, Politik Parodi

Dunia politik kian hari kian ramai, bukan saja karena konflik dan perebutan kekuasaan antar elit politik atau antar penguasa dan oposisi. Tapi karena banyaknya acara parodi politik ala televisi. Rakyat kian terhibur sekaligus memahami berbagai kemungkinan akal bulus yang terjadi dalam dunia politik.
Diawali dengan melambungnya Negeri Impian di salah satu TV swasta, menjadikan politik bisa dicerna oleh siapa saja. Muncul program Negeri Impian lain di TV swasta baru, dan muncul Negeri Impian 0914 di TV swasta lainnya lagi. Muncul juga program plesetan demokrasi jadi democrazy di TV swasta awal program Negeri Impian. Apa yang sebenarnya terjadi dari program satu menjadi beberapa program yang berbeda tapi serupa, karena konflik antar personilnya atau karena pengembangan? Tapi yang jelas acara tersebut masih menarik perhatian masyarakat.
Bila kita menyaksikan parodi politik ala TV tentu banyak candanya daripada isinya, namun mungkin itulah sebenarnya isi sekaligus porsinya. Berita dan peristiwa politik jadi bahan canda yang bikin kita mungkin berfikir lain daripada biasanya. Tapi itulah katanya berfikir cerdas, berfikir di luar kebiasaan orang lain. Dunia politik juga begitu, karena lebih banyak mengikuti kepentingannya daripada prosedurnya. Semua bisa terjadi dalam dunia politik, karena politik yang menghalalkan segala cara masih jelas dijalankan. Apapun dilakukan asal dapat mencapai kepentingan dan tujuannya.
Parodi politik menyajikan banyak wajah politisi yang sering muncul di layar kaca dan sering bikin rakyat tertawa atas pernyataan-pernyataannya. Seolah bertengkar namun bikin lucu. Itulah parodi politik yang hadir menyajikan pandangan politik ala rakyat kecil sekaligus hiburan.
Belum lagi berbagai karikatur atau kartun lucu ala media yang mengilustrasikan berbagai peristiwa politik yang terjadi setiap harinya. Berbagai penyederhanaan dan kekonyolan yang bikin rakyat mudah memahami peristiwa politik negeri ini.
Tapi sebagian orang menganggap politik sesungguhnya justru lebih lucu karena politisi benar-benar bikin ‘gemes’ atas mempermainkan urusan rakyat. Lihatlah bagaimana perilaku politisi dalam kampanye bak serigala berbulu domba. Mereka menjelma sebagai orang yang paling dekat, paling mengetahui permasalahan rakyat dan janji surga membawa perubahan yang lebih baik bagi kehidupan rakyat. Namun bila berhasil masuk jadi anggota dewan atau pejabat mereka kembali menjadi srigala yang memakan hak-hak rakyat. Mereka menjadikan permasalahan rakyat jadi modal untuk meraih jabatan, namun saat berhasil dia memenuhi permasalahan perut, dibawah perut dan kedudukannya sendiri.
Begitu juga dalam berbagai aksinya baik yang jadi penguasa atau oposisi. Mereka saling berebut moment untuk menunjukkan bahwa lawan politiknya gagal atau tak mampu mengurusi kepentingan rakyat dan sebaliknya seolah-olah hanya dia yang layak untuk mengeluarkan kebijakan. Dalam hubungan putus-nyambung koalisi partai justru bikin rakyat bingung karena tidak masuk akal. Para elit politik justru awalnya saling jual mahal, namun bisa ditebak akhirnya juga kepepet kepentingan.
Kepandaian dalam bersilat lidah dan kepiawaian memasuki lubang-lubang kecil peraturan perundang-undangan hanya sekedar cari uang puluhan juta. Menjadikan politisi seperti belut yang memiliki lendir, sehingga sulit dijerat hukum. Inilah bedanya dengan akademisi bila jadi pejabat maka lebih banyak masuk bui. Karena mereka tidak pandai berkilah ala politisi oportunis dalam sistem yang carut marut ini. Siapapun orangnya yang ingin jujur dan tidak memiliki lendir politisi, pasti terjerat hukum. Faktanya sudah banyak doktor bahkan profesor yang kini mendekam di balik jeruji.
Upaya menyadarkan politik rakyat akan menjadikan negeri ini lebih baik, karena akan banyak pengawas yang memelototi para wakil rakyat dan pejabat. Seharusnya tak hanya canda atau plesetan saja tapi juga diberikan kerangka berfikir politik yang benar, sekaligus alternatif solusi praktis bahkan kalau bisa idealnya atas setiap permasalahan yang dibahas. Dengan demikian pelan tapi pasti rakyat akan sadar politik, para politisi buruk akan tersisih. Politik parodi akan sirna, rakyat jadi pintar dan sejahtera.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s