Ponari Menguak Kondisi Riil Masyarakat

Fenomena Ponari yang mampu mengobati puluhan ribu pasien, hanya dengan celupan batu sambaran petir miliknya. Antusiasme masyarakat dari berbagai kota dan luar pulau berbondong-bondong mendatangi rumah Ponari untuk mendapatkan kesembuhan. Walaupun memakan korban tewas 4 jiwa dan terjadi kekerasan terhadap ayah Ponari.

Sesungguhnya fenomena Ponari tersebut menguak kondisi riil masyarakat. Pertama, kondisi akidah umat Islam. Kedua, kondisi ketidakmampuan masyarakat menghadapi permasalah kehidupan. Ketiga, kegagalan pemerintah melayani kebutuhan utama rakyat.

Kondisi pertama adalah kondisi riil akidah Islam. Karena yang kesana juga sebagian besar adalah umat Islam. Mereka rela datang, antri hingga berhari-hari, berdesak-desakan bahkan kepanasan atau kehujanan. Apa yang mendorong mereka rela seperti itu karena keyakinan sebagian besar pasien akan dapat kesembuhan lewat batu sambaran petir Ponari. Fakta ini menunjukkan keyakinan terdalam umat tidak tersentuh dan masih menyakini hal-hal yang bertentangan dengan akidah Islam.

Oleh karena itu kondisi akidah umat ini harus mendapat perhatian serius para ulama setempat dan jadi pelajaran secara nasional akan kondisi akidah umat Islam. Harus ada gerakan yang masif meluruskan akidah umat Islam, baik terjun langsung di tengah-tengah masyarakat maupun lewat media massa. Apalagi Jombang juga terkenal dengan kota santri, kota para ulama yang kental dengan suasana religius.

Ulama dan umat Islam harus tegas terhadap usaha-usaha yang berujung pada penyimpangan akidah umat. Bukan kalah dengan bisnis sms premium ramalan, primbon ataupun lainnya yang menggerus akidah umat. Sebab penyimpangan akidah sekecil apapun akan berujung pada berbagai aktivitas yang menyimpang, sebagaimana fenomena Ponari.

Kedua, kondisi ketidakmampuan menghadapi permasalah kehidupan. Secara pribadi maupun masyarakat masih dalam kondisi tak berdaya dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan, termasuk kesehatan. Kondisi ini banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah sebelumnya hingga sekarang yang belum bisa mencerdaskan, memperdayakan dan mengentas kemiskinan rakyat.

Ketiga, kondisi kegagalan negara dalam melayani permasalahan rakyat. Karena sesungguhnya pemerintahlah yang justru bertanggungjawab atas terlayani semua kebutuhan utama rakyat, termasuk kesehatan.

Bila pemerintah selalu berdalih tidak punya dana kesehatan yang banyak atau dana masalah-masalah pokok masyarakat lainnya maka pemerintah harus dengan serius mengusahakan ketersediaannya. Anehnya sumber-sumber pendapatan Negara yang besar justru tidak mampu diusahakan pemerintah. Data yang beredar sekitar 90 persen pertambangan dikuasai asing, BUMN banyak merugi dan yang masih untung justru diprivatisasi. Amburadulnya birokrasi dan terkenal korup. Bila demikian logis rakyat terus menderita baik fisik maupun psikis karena Negara tidak mampu melayani kebutuhan rakyat.

Ketidakmampuan pemerintah bukan saja karena pemimpin atau rezim yang berkuasa, tetapi sistem yang kapitalistik liberal. Sistem inilah yang menghendaki pengelolaan Negara seperti ini, terjebak pada penjajahan berkedok investasi dan bantuan (utang), sehingga membuka selebar-lebarnya investasi asing untuk mengeksploitasi SDA sebesar-besarnya untuk keuntungan asing dan swasta.

Maka harus ada pemimpin atau kekuatan yang berani mendobrak dan menata ulang pertambangan dan aset-aset strategis Negara. Harus bisa dinasonalisasi dan menghasilkan laba besar untuk kesejahteraan rakyat. Rakyat pasti mendukung bila SDA yang melimpah dikelola Negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tindak tegas siapapun yang secara nyata telah berbuat korup dan merugikan Negara dan BUMN.

Selain itu, pemerintah harus memperluas jangkauan dan kualitas pelayanannya kepada rakyat. Mulai dari menjamin ketersediaan dan distribusi bahan pangan dan energi. Memberikan fasilitas yang memadai atas pendidikan dan kesehatan di seluruh negeri. Membangun infrastruktur yang berkualitas dan merata di setiap daerah. Serta lebih mengutamakan ekonomi sektor riil yang akan meningkatkan peluang usaha dan mengurangi pengangguran serta kemiskinan.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s