Panas Dingin Suhu Politik

Siapapun yang mengikuti berita dan peristiwa politik akan menemukan suasana yang menjadikan dunia politik terkadang “panas” dan terkadang “dingin”. Suhu panas dingin politik ini juga harus difahami oleh masyarakat, bahwa kondisi ini memang biasa. Tapi yang tidak biasa bila suhu panas dingin ini bukan dalam usaha serius untuk melayani dan mensejahterakan rakyat.
Kondisi panas dalam politik demokrasi sering muncul saat menjelang pemilu, karena memang dalam demokrasi pemilu dianggap paling menentukan kondisi masa depan pemerintahan. Oleh karena itu sangat sering para politisi baik yang berkuasa dan yang jadi oposisi saling kritik, atau yang sudah berkualisipun jadi panas. Itulah wajah politik pragmatis, tidak ada kawan atau musuh abadi yang ada kepentingan abadi. Kepentingan abadi dalam kontek ini adalah kepentingan politisi dan partai, bukan kepentingan rakyat.
Tidak tepat bila politisi dalam mengurusi kepentingan rakyat berselisih untuk menunjukkan siapa yang benar atau salah. Kritik tajam tanpa solusi atau solusinya disembunyikan. Bila suatu saat nanti akan berkuasa maka mereka menjalankan solusinya. Padahal bila dicermati solusinya tak jauh beda mandulnya. Sudah berganti-ganti penguasa namun kondisi rakyat tidaklah lebih baik, rakyat tetap miskin dan tak berdaya atas berbagai permasalahan kehidupan.
Suhu panas mengiringi pasca pemilu baik ketidakpuasan para peserta pemilu akan hasilnya atau kebijakan baru sang pemenang yang ditunggu-tunggu untuk dikritik. Apalagi dalam pemilihan langsung faktor-faktor yang menimbulkan suhu panas politik dan menyeret rakyat kian besar. Agenda seratus hari atau semester pertama pemerintahan jadi bahan evaluasi awal yang kadang membuat suhu politik kian panas. Adakah perubahan yang signifikan dari kerja-kerja pemerintah? Bila tidak inilah bahan kritik tajam yang siap digulirkan untuk menjatuhkan citra bahkan legitimasi pemerintah.
Suhu panas juga terjadi bila kondisi Negara genting dan kebijakan pemerintah dipandang kurang tepat. Maka banyak politisi oposisi harus banyak memproduksi kata-kata dan kritik-kritik untuk menunjukkan pemerintah tidak mampu dan gagal, dengan harapan rakyat akan melihat mereka. Tak jarang juga para politisi terlibat dalam membakar semangat para mahasiswa untuk menyuarakan kritiknya. Kondisi genting sering berkaitan dengan bahan pangan dan energi. Setiap kebijakan dua bidang ini selalu menjadi pangkal kritik dari ketidakmampuan penguasa dalam melayani kepentingan rakyat. Selain itu masalahan kemiskinan, pengangguran, pendidikan dan kesehatan juga menjadi bahan kritik yang strategis.
Kondisi dingin bila politik jauh dari pemilu, tidak ada masalah serius yang fundamental dalam Negara. Atau pada saat itu partai oposisi lemah hingga tidak mampu mengimbangi koalisi partai yang berkuasa. Dinginnya kondisi bisa positif bila memang pemerintahan berjalan pada relnya, namun jika tidak maka jadi kondisi paling baik untuk berlakunya praktek-praktek tersembunyi yang menyimpang. Bukankah kekuasaan bagi orang yang tidak amanah berujung korup.
Sekali lagi bukan suhu panas dinginnya perpolitikan yang jadi masalah, tetapi apa yang menjadi panas atau dinginnya ternyata hanya untuk memperebutkan kekuasaan dengan bersilang pendapat dan memprovokasi rakyat agar panas dan kacau. Tak jarang juga disertai aksi-aksi anarkis sebagai bentuk riil dari ketidakpuasan. Akhirnya rakyat juga yang menjadi korban dalam konflik-konflik yang diawali oleh elit politik.
Bila panas dingin suhu politik karena keseriusannya memperjuangkan hak-hak rakyak dan tampak dari berbagai aktivitas politiknya. Walau belum berhasil tetapi tetap konsisten pada perjuangannya maka inilah yang layak mendapat dukungan rakyat. Bentuk-bentuk aktivitas riil politik mereka berorientasi pada pendidikan politik rakyat, sehingga rakyat juga melek dan sadar politik.
Rakyat juga akan menjalankan peran politiknya secara praktis dalam bernegara, mendukung bila kebijakan pemerintah jelas membawa kebaikan bagi rakyat dan mengoreksi bila menyimpang dan membawa kesengsaraan rakyat. Akhirnya panas dinginnya suhu politik merupakan bagian dari upaya saling melengkapi usaha mensejahterakan rakyat, bukan sebaliknya hanya usaha perebutan kekuasaan.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Satu tanggapan untuk “Panas Dingin Suhu Politik”

  1. malam..salam kenal dari BacaBlog🙂
    iya setuju mas, ibarat pepatah hangat hangat **i ayam. mungkin pejabatnya terlalu enak setelah dapat kekuasaaan, atau mungkin juga karena masyarakatnya yang terlalu apatis, sehingga setelah proses pemilihan berakhir, kontrol sosialnya kurang, jadilah pejabat makin seeaknya😀

    [FRESH]
    mau blogwalking? mau baca posting terbaru dari blogger?
    atau.. mau kenalan, titip salam, dan lihat foto blogger lain? dateng aja ke http://bacablog.com

    ingin pemikiran Anda mengispirasi orang lain?
    atau.. meningkatkan pembaca dan link ke blog Anda?
    daftarkan blog Anda di http://bacablog.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s