Koalisi Kepentingan Sesaat

Koalisi dalam dunia demokrasi adalah hal yang wajar. Namun sangat disayangkan, koalisi itu sifatnya hanya pada soal kepentingan sesaat. Kondisi koalisi putus sambung berdasarkan kepentingan sesaat ini sesuai dengan praktek politik pragmatis.

Koalisi biasa dilakukan untuk mencapai sesuatu yang tidak bisa diraih oleh satu partai saja, sehingga partai-partai mencari dan saling menjajaki kemungkinan koalisi berdasarkan kepentingan tertentu. Proses koalisi biasanya diwarnai oleh tawar-menawar akan kepentingan tersebut. Hasilnya mereka bagi sesuai dengan kesepakatan dan perbandingan kekuatan dalam koalisi tersebut, bisa berupa kekuasaan atau posisi strategis dalam pemerintahan.

Saking pragmatisnya koalisi tersebut, ada beberapa partai yang mengusung calon gubenur yang sama, namun ditingkat pilihan calon bupati atau walikota berlawanan, padahal waktu pemilihan dilakukakan pada hari yang sama. Ini sangat kontradiksi, dimana kebijakan partai tingkat propinsi bertentangan dengan kebijakan partai tingkat kabupaten atau kota. Begitu juga banyaknya peristiwa koalisi antar partai yang berbeda platform maupun ideologi yang hanya untuk kepentingan yang menurut sebagian besar rakyat yang diwakili tidak masuk akal.

Tidak jelasnya koalisi ini juga ditandai oleh keputusan banyak partai dalam koalisi mengusung presiden yang akan diumumkan setelah mengetahui hasil pemilu legislatif. Tentu saja ini dilakukan untuk mengetahui peta kekuatan masing-masing partai dalam meraih posisi strategis dalam puncak pemerintahan. Padahal fakta tersebut menunjukkan semakin jelasnya dasar koalisi yang hanya untuk kepentingan sesaat partai dalam merebutkan kekuasaan dan materi. Dengan begitu puncak kekuasaan bisa diraih dan parpol kecilpun dapat bagian dalam kabinet ataupun posisi strategis lainnya. Namun kenyataanya bila partai meraih kekuasaan, ternyata tak berbanding lurus kebijakan-kebijakan yang dihasilkan menguntungkan rakyat, apalagi materi yang diperoleh partai dikembalikan untuk sejahteraan rakyat yang diwakilinya.

Oleh karena itu, koalisi sangat jarang bahkan tidak pernah terdengar ada koalisi berdasarkan aspirasi rakyat apalagi untuk mensejahterakannya. Keputusan koalisi ditentukan oleh pimpinan partai dalam menjaga eksistensi maupun meraih target capaiannya dalam perpolitikan nasional. Maka jangan berharap, rakyat dapat mengetahui sampai di tahap apa aspirasi rakyat diperjuangkan partai?. Sedangkan partai hanya fokus pada capaian posisi dan materi saja, karena itulah kerjaan partai dan politisi pragmatis untuk mencari kehidupannya.

Sifat koalisi yang sesaat dan bebas ini, memunculkan pertanyaan besar, apakah partai-partai itu tidak memiliki standar dalam memperjuangkan visi partainya, sehingga bebas menentukan koalisi walaupun berbeda visi ataupun ideologinya?. Sifat koalisi ini menunjukkan partai dan politisinya akan semakin mudah menghalalkan segala cara dalam meraih tujuannya. Maka jangan harap aspirasi rakyat bisa terwakili jika para partai maupun politisinya hanya mengutamakan kepentingan sesaat, dan itupun hanya untuk kepentingan partai dan politisinya sendiri. Apapun akan dilakukan termasuk koalisi sesaat dan bebas seperti saat ini.

Bila demikian adanya, maka tak perlu percaya pada partai yang visi maupun ideologinya jadi hiasan saja. Rakyat harus bisa menentukan partai yang konsisten dengan ideologi dan garis perjuangan serta trackrecordnya selama ini. Karena hanya pada partai yang konsisten pada ideologi dan garis perjuangan yang jelas, aspirasi bahkan kehidupan rakyat akan berubah menjadi lebih baik walaupun memang agak lama. Tentu ini lebih baik dari pada partai pragmatis yang jualan janji namun sesungguhnya tidak pernah memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

2 tanggapan untuk “Koalisi Kepentingan Sesaat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s