Runtuhnya Kapitalisme Global?

Krisis finansial Amerika yang terjadi sekarang seolah memperjelas prediksi keruntuhan imperium Amerika. Sebelumnya Amerika diprediksi segera runtuh dengan berbagai ketimpangan di sisi ekonomi, sosial, jaminan kesehatan dan rekayasa politiknya.

Bila diruntut dalam rangkaian peristiwa krisis finansial di Amerika sebagaimana dimuat media, berawal dari serangan 11 Setember 2001, dimana saat itu perekonomian Amerika ambruk, pemerintahan Bush langsung memangkas suku bunga hingga 1 persen. Keputusan ini memicu kemudahan pemberian kredit besar-besaran terutama disektor properti. Namun sungguh tragis, biaya perang Iraq dan Afganistan meningkat hingga akhirnya suku bunga terpaksa dinaikkan. Dari keputusan ini para kreditur keberatan yang berujung tingginya kredit macet hingga lembaga finansial terbesar Amerika Lehman Brother’s, Merrill Lynce dan lembaga Asuransi terbesar AIG bangkrut. Kebangkrutan lembaga finansial ini berbuntut panjang, karena begitu besar modal dan luasnya jangkauan lembaga finansial dan asuransi tersebut.

Krisis ini akan membuka mata siapa saja, akan rapuhnya sistem perekonomian kapitalisme global. Amerika selama ini selalu sesumbar dengan sistem perekonomian kapitalis yang disebarkannya ke seluruh dunia, ternyata tak mampu menolong perekonomian di negerinya sendiri ketika terancam kebangkrutan. Situasi ini akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat  pada  sistem perekonomian neo-kapitalisme. Semua orang akan menyaksikan kecenderungan terjadinya lebih banyak transaksi menjual daripada membeli saham dan semakin bertambah nyata pada tahun-tahun berikutnya. Kemudian semua orang akan memerhatikan bahwa indeks harga saham tidak akan bisa naik lebih jauh lagi, bahkan cenderung terus tertekan, akibat kecenderungan menjual saham lebih banyak daripada membeli. Orang-orang akan tersadar dan berduyun-duyun menjual sahamnya.

Sebenarnya bukan hanya secara teknis saja tetapi sungguh dalam sistem perekonomian Amerika yang kapitalistiklah yang menjadikan bencana itu terjadi. Bila awalnya sukses meruntuhkan sistem ekonomi Uni Soviet, kini bom waktu (kerakusan) yang menghancurkan kapitalisme sendiri. Bagaimana tidak pasar modal yang didesain untuk mempercepat aliran kapital dan “menjajah” seluruh negara menggelembung melebihi produksi barang dan jasa secara riil. Maka memunculkan prilaku spekulasi dalam pasar modal. Mereka ingin menikmati untung besar dalam hitungan menit dan jam saat peningkatan nilai saham yang mereka jual. Aktivitas mereka tidak ada hubungan sama sekali dengan bisnis riil yang dilakukan para karyawan di lapangan, tetapi mereka meraup untung besar. Inilah tabiat bisnis non riil yang dijalani kapitalisme tanpa susah payah namun menghasilkan pertambahan modal yang sangat besar dalam waktu singkat.

Alih-alih ingin mendapatkan suntikan investasi besar maka negara-negara berkembang membuka pasarnya sebagai objek tipuan dari pasar modal. Investasi tidak langsung ala pasar modal menjadi lahan subur bagi para pialang modal yang mencari keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib rakyat suatu negeri. George Soros pernah disebut-sebut sebagai pialang yang memiliki andil besar dalam krisis ekonomi yang menerpa Asia termasuk Indonesia. Hingga kini sesungguhnya Indonesia tidak pernah sembuh dari krisis namun akan diterpa krisis yang lebih dasyat.

Buktinya, kemarin BEI menghentikan perdagangan saham lebih awal karena indeks saham gabungan turun hingga 10,38 persen dalam sehari. Padahal penurunan sudah terjadi sejak akhir pekan lalu. Kondisi mencekam di pasar modal telah menginggapi stress berat para pelakunya, sebagaimana sudah terjadi di Amerika seorang pialang hingga membunuh istri dan anak-anaknya karena tidak tahan kerugian yang begitu besar. Ribuan investor Hongkong berdemo menuntut lembaga keuangan Amerika mengembalikan investasinya dan di Indonesia para pemain saham dibuat senam jantung melihat kerugian bertubi-tubi.

Peristiwa krisis ini bukan permasalahan tunggal, sebelumnya skandal keuangan pernah terjadi yang menyeret bangkrutnya raksasa bisnis energi Amerika Enron dan raksasa telekomunikasi WorldCom. Skandal yang tidak hanya melibatkan para petinggi sang raksasa tetapi juga para politisi dan penguasa negeri Paman Sam.

Hari-hari berikutnya pemerintah Amerika dan negara kapitalis lainnya akan disibukan mencari solusi keluar dari krisis yang diprediksi lebih buruk dari krisis tahun 1930-an. Nasib sial juga menerpa negara-negara yang mengekor Amerika terkena imbas krisis finansial global.

Bila demikian genaplah keruntuhan Amerika yang baru seumur jagung menduduki kejayaannya sebagai sang Adidaya tunggal harus berakhir. Dunia seolah sudah tidak tahan terhadap ulah kapitalisme yang membawa bencana sosial maupun bencana alam akibat ideologi liberal tanpa batas dan kerakusan tanpa memperhatikan keseimbangan alam.

Maka, kini kita akan menyaksikan detik-detik “film” buatan Amerika yang berjudul “Runtuhnya Kapitalisme Global”. Siapa saja bisa menyaksikan, karena hampir semua media akan menjadikan headline dalam beberapa waktu ke depan.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Satu tanggapan untuk “Runtuhnya Kapitalisme Global?”

  1. Salam pembebasan,

    Tragedi!

    Di tingkat global setelah kisah krisis air, krisis iklim, krisis minyak, krisis pangan, kini krisis finansial naik panggung, Paradoksnya jalan krisis itu terus ditempuh. Masih saja mekanisme pasar dan korporasi dianggap solusi yang menjanjikan. Ironi abad ini, rasionalitas yang irasional. Rasionalitas yang paling tidak masuk akal.

    It’s the capitalism, stupid! (adaptasi dari frase politik yang populer digunakan Clinton ketika berkampanye melawan George Bush Senior, it’s the economic, stupid!)

    Silah kunjung
    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/10/krisis-keuangan-global-karl-marx-di.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s