Catatan Tragedi di Bulan Ramadhan

Bulan pernuh berkah seolah tidak berkenan mampir ke negeri muslim terbesar. Di bulan yang seharusnya dimuliakan seluruh umat Islam ternyata dipenuhi oleh berbagai peristiwa mengerikan. Terutama terungkapnya daur ulang daging sampah dan tragedi pembagian zakat di pasuruan seharusnya menjadi cambukan bagi kita semua.

Bagaimana tidak terkejut, ternyata banyak diantara rakyat ini makan daging sampah. Tragisnya peristiwa itu sudah terjadi selama lima tahun lalu dan tak terbongkar?. Daging-daging sampah itu dipasarkan di beberapa pasar tradisional. Bukan hanya satu orang yang mengusahakan daging sampah daur ulang tetapi lebih bahkan ada kemungkinan banyak karena bahan bakunya cukup melimpah dan pasarnya ada. Peristiwa ini apakah ini tidak menunjukkan bahwa rakyat ini miskin tak berdaya membeli daging segar?.

Ketidakmampuan rakyat membeli daging segar itu juga dimanfaatkan oleh pedagang curang yang menjual daging glondongan, daging ayam tiren maupun yang sudah busuk. Bahkan ada yang menjualnya dalam bentuk olahan, semuanya dijual dengan harga miring jauh dari harga daging yang normal. Siapa lagi sasarannya kalau bukan rakyat kecil.

Tragedi yang juga sangat mengerikan saat pembagian zakat H. Syaikon di Pasuruan yang menewaskan 21 orang serta 10 orang terluka karena tak kuat berdesak-desakan merebut Rp. 30.000,-. Demi tiga puluh ribu, nyawa dikorbankan.

Bila semakin banyak orang yang berhak menerima zakat menunjukkan bahwa masyarakat miskin semakin banyak. Sungguh ironis jika dalam pidato Presiden beberapa waktu yang lalu menyatakan orang miskin menurun? Sekali lagi data tersebut sangat absurd, apalagi rekayasa pembagian dana BLT yang sebulan Rp. 100.000,- diklaim dapat mengurangi angka kemiskinan. Padahal semua tahu bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok tidak sebanding dengan tambahan uang BLT seratus ribu rupiah perbulan.

Tawuran antar warga yang terjadi atas berbagi sebab hingga kini seolah semakin ramai karena potensi kerusuhan itu sebagian akibat pilkada langsung.

Kebakaran justru menjadi ancaman yang sangat mencekam, terutama pada daerah yang padat penduduk dengan intalasi listrik yang kurang memadai. Begitu juga kebijakan peralihan minyak tanah menjadi gas yang sangat minim sosialisasi juga menjadi ancaman warga miskin.

Tragisnya saat bulan puasa kenaikan dan kelangkaan elpiji dan BBM terjadi. Antrian dan harga epiji tak terkendali di tingkat konsumen. Luar biasa penderitaan rakyat kini.

Kekeringan yang berujung gagal panen juga terjadi di beberapa daerah, namun di daerah yang lain kebanjiran. Belum lagi banyak petani yang tertipu padi supertoy yang dipromosikan Presiden SBY kian ramai.

Disaat rakyat berpuasa, bersabar memperjuangkan hidup serba kekurangan, ada anggota KPPU menerima suap 500 juta. Memang korupsi di negeri ini sudah sangat parah, seperti fenomena puncak gunung es. Bila kini ramai karena gerak KPK, tetapi Teten Masduki masih menilai KPK hanya menangkap korupsi yang tidak terlalu canggi.

Belom lagi rakyat kecil yang mengharapkan uang yang cukup saat lebaran ternyata tertipu arisan berkedok untuk lebaran. Ini cukup memperihatinkan, memanfaatkan kesulitan rakyat miskin demi keuntungan pribadi.

Seharusnya saat ini mulailah kita semua instropeksi, kenapa semua hal itu bisa terjadi. Apalagi pada bulan puasa ini yang seharusnya mampu dimaknai dapat membentuk kualitas individu dan tumbuhnya kepedulian sosial.

Keyakinan orang yang beriman, tragedi demi tragedi seolah akan berulang lagi jika kita tidak kembali kepada Sang Penciptan dan Pengatur dunia ini. Ini menjadi bukti bahwa manusia hanya bisa mencoba-coba tanpa kepastian dan hanya Petunjuk dari Allah SWT yang pasti benar dan mensejahterahkan. Oleh karena itu mari kita kembali kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan untuk meraih kemenangan. Amin.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Satu tanggapan untuk “Catatan Tragedi di Bulan Ramadhan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s