Golput Menang Secara Demokratis

Kini era kemenangan golput, buktinya pilgub di Jabar, Jateng dan Jatim dimenangkan golput. Kemenangan golput di Jawa bisa menjadi barometer di Indonesia, dan sangat mungkin pemilu 2009, golput akan memenangkan secara nasional.

Trends golput ini diperparah dari berbagai peristiwa pengkhianatan para wakil rakyat dan pejabat pemerintahan terhadap kasus-kasus korupsi yang memenuhi pemberitaan media nasional. Kebijakan pemerintah yang jelas-jelas memperberat beban kehidupan rakyat, serta penanganan berbagai kasus besar dirasa sangat mengecewakan.

Kemenangan golput seakan bisa dirasakan oleh siapa saja. Fakta dilapangan golput sekarang sudah menjadi hal biasa. Masyarakat yang golput juga terang-terangan kalau mereka tidak memilih. Tidak takut gunjingan tetangga bahkan masyarakat tidak seperti dulu yang ramai-ramai mendatangi TPS.

Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilu tampak pada menurunnya antusiasme masyarakat dalam pilkada, kepercayaan terhadap para elit politik serta partai politik yang anjlok, rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah, hingga sifat alami dari demokrasi kapitalis yang menjelma jadi negara perusahaan (korporatokrasi). Sehingga kebijakan pemerintah dan undang-undang yang dihasilkan wakil rakyat selalu memihak pemilik modal.

Golput bisa dikelompokkan menjadi ideologis, politis bahkan teknis. Dari ketiga kelompok ini tampaknya akan semakin besar, kontra ideologi kapitalisme semakin besar, suasana politik yang mengecewakan serta beban hidup masyarakat yang berat menjadikan mereka tidak merasa harus mengutamakan ikut pemilu.

Munculnya banyak partai juga tidak akan memberikan solusi, karena hampir semua partai baru sangat kecil akan memenangkan pemilu dan merubah kondisi bangsa. Partai-partai baru tidak memiliki basis masa besar, sehingga dapat dipastikan sebagai partai gurem yang tidak memiliki pengaruh dalam pemerintahan ke depan.

Loncatan artis ke panggung politik tidak akan mampu menarik kelompok golput, karena hanya hura-hura sesaat. Sedangkan rakyat butuh bukti riil perubahan kehidupannya yang lebih baik.

Bagi para pejuang demokrasi, golput menandakan bahwa kondisi ini sangat meresahkan. Demokrasi diambang kehancuran. Bagaimana tidak, pemerintahan yang dikatakan pemerintahan rakyat ternyata tidak dipercaya, tidak didukung bahkan rakyat sudah tidak merasa perlu ikut berdemokrasi.

Prediksinya, golput akan tetap besar bahkan semakin meningkat bila kehidupan rakyat tidak membaik. Sepertinya demokrasi kapitalis tidak akan bisa memperbaiki kehidupan masyarakat. Bagi kapitalis akan semakin mahal bila harus mengutamakan kepentingan rakyat. Pastilah kamuflase saja yang dilakukan, tetapi ini seperti bom waktu yang akan semakin menghancurkan kapitalisme global hingga tidak tersisa.

Bila demikian maka demokrasi harus segera diganti dengan sistem yang memiliki ikatan keimanan dengan umat Islam. Umat Islam harus kembali pada sistem Islam, dan tidak ada alasan lagi mempertahankan demokrasi yang ternyata bukan saja tidak mampu mensejahterahkan rakyatnya tetapi juga sebagai alat penjajahan barat terhadap peradaban manusia yang lain termasuk umat Islam.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s