Menyambut Perang Terhadap Teroris Tingkat Lanjut

Untuk lebih memahami isu terorisme yang kini muncul kembali alangkah baiknya memahami permainan isu teroris dalam catatan dunia. Sejarah mencatat, terorisme sudah digunakan sejak abad 18 untuk menyebut semua bentuk teror baik yang dilakukan penguasa atau rakyat. Istilah teroris kemudian digunakan Israel untuk menyebut pejuang Palestina. Reagen mempopulerkan teroris internasioanal untuk membersikan “pemberontakan” terutama kaum komunis (didukung Soviet) atas kekuasaan AS sebagai adidaya. Isu jaringan terrorisme internasional digunakan AS untuk melakukan intervensi atas negara-negara yang baru merdeka (Chomsky, 2001).

Perubahan citra teroris komunis menjadi teroris Islam terjadi karena perang dingin telah selesai dan AS membutuhkan “musuh baru” yang dari berbagai analisa kekuatan Islamlah yang paling mengancam adidaya AS dalam perang peradaban ala Samuel Hutington. Ancaman besar Islam dituturkan Edward W. Said dalam Covering Islam ; “Islam merupakan bahaya laten bagi barat yang sering membuat ulah. Sedangkan peradaban-peradaban besar timur seperti India dan Cina dianggap telah kalah dan jauh sehingga tidak perlu dikhawatirkan, hanya Islam yang tampaknya tidak pernah benar-benar menyerah kepada barat”.

Isu terrorisme berlanjut, sebuah “tragedi 9/11” menjadi pembenar atas jaringan terorisme internasional, Bush mengancam dunia Apakah Anda bersama kami atau menentang kami (Either you are with us or with terrorists)?”. Padahal semua tahu tragedi 9/11 itu penuh keganjilan dan keterlibatan al Qaedah masih sulit dibuktikan. Sesungguhnya AS lah yang melatih dan mempersenjatai teroris timur tengah, AS pastinya tahu seberapa kuat dan luasnya jaringan teroris tersebut. Sehingga perang melawan teroris adalah tipudaya AS untuk menjaga hegemoninya dan merebut kekayaan alam. Sebagaimana diketahui negeri-negeri umat Islam sangat berlimpah, untuk merebut kekayaan alamnya, sekali lagi AS menggunakan isu terorisme untuk intervensi negeri-negeri muslim sekaligus sebagai pembenar dalam aksi militernya yang disebut aksi “pembalasan” sangat berlebihan, kejam membantai siapapun serta memusnahkan apapun.

Walaupun perang terhadap terorisme terus dilancarkan, ternyata kekuatan Islam justru menguat. Bukan aksi bom yang semakin besar tetapi kebangkitan ideologi Islam mencuat kepermukaan mengancam kapitalisme. Maka perang melawan terorisme tahap berikutnya dengan menfokuskan pada perang ideologi dan pemikiran. Berbagai strategi berjalan melanjutkan nafas orientalisme melahirkan Islam moderat, Islam liberal serta berbagai orientasi bentuk Islam yang ditundukkan ala Barat.

Perjuangan dalam mewujudkan kepemimpinan tunggal umat Islam dalam daulah khilafah selalu menjadi arus utama dalam sejarah umat Islam sebagaimana yang ditulis Karen Armstrong dalam bukunya Islam: A Short History ; “Perjuangan mencapai cita-cita Islam dalam struktur negara dan menemukan pimpinan yang tepat telah menyita perhatian muslim dalam seluruh sejarah mereka. Karena seperti nilai relegius lain, karena makna negara Islam sejati adalah sesuatu yang maha penting (unsur transenden), tidak bisa diekspresikan oleh kata-kata manusia dan lepas dari genggaman umat manusia yang lemah dan tidak sempurna”. Karakter Islam ideologis inilah yang harus dijinakkan agar tidak menjadi bahaya laten bagi barat, caranya mendangkalkan, mengaburkan pemahaman Islam, bahkan disudutkan dalam berbagai peristiwa dunia.

Untuk menyambut perang ideologi dan pemikiran maka tidak ada jalan lain kecuali membangkitkan pemikiran umat, menanamkan ideologi Islam secara masif, membongkar konspirasi jahat barat dan penguasa bonekanya, berusaha menguasai opini publik, menumbuhkan kesadaran umum serta mempercepat persatuan umat Islam dalam pemerintahan Islam.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

Satu tanggapan untuk “Menyambut Perang Terhadap Teroris Tingkat Lanjut”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s