Mengapa Harus Melek Politik?

Era reformasi seolah-olah menjadikan “makanan” politik telah dibagikan ke seluruh lapisan masyarakat, di mana-mana “makanan” politik tersebut di konsumsi dalam warung-warung kopi, di terminal bahkan di sawah-sawah di seluruh pelosok Indonesia. Bak “makanan” sungguhan dengan mudah mereka menikmati dengan berbagi sanjungan, kritikan bahkan umpatan dan sumpah untuk elite maupun peristiwa politik. Tentu fenomena ini tidak terjadi di era orde baru, di mana politik menjadi “makanan” langkah bagi rakyat kecil yang selalu dininabobokkan oleh kemudahan ekonomi.

Dalam hal tersebarnya berita politik hingga ke pelosok negeri ini bisa dianggap positif untuk pendidikan politik rakyat. Namun sangat disayangkan berbagai peristiwa politik tersebut tidaklah terjadi karena para aktor politik di negeri ini berpacu untuk menyejahterahkan rakyat, tetapi justru perebutan kekuasaan antar elit politik. Akhirnya rakyat selalu menjadi korban kebijakan politik para elitnya.

Berganti orde maupun pemerintahan ternyata tidak merubah posisi rakyat yang selalu dalam kondisi yang dirugikan. Saat kampanye bak sapi perahan dan saat menentukan kebijakan rakyat tidak pernah jadi bahan pertimbangan utama. Belum selesai melonjaknya harga sembako, langkanya elpiji, dan ditambah lagi kenaikan BBM. Inilah ironis negeri zamrud kwatulistiwa yang rakyatnya selalu merana.

Oleh karena itu, rakyat harus melek politik! Mereka harus memahami  bagaimana urusan negara dijalankan, apa yang mendasari, siapa yang menjalankan serta apa yang diperoleh/dampak bagi rakyat dan lain sebagainya. Dengan demikian  rakyat tidak akan terkecoh dengan rayuan dan kebijakan kosong penguasa atau dipolitisasi oleh para elit politik yang tidak mengemban amanat rakyat.

Sehingga perlu dinyatakan secara tegas mengapa rakyat harus melek politik? Pertama; Sudah saatnya rakyat mengakhiri menjadi objek politik atau yang selalu dipolitiki. Dimana rakyat selalu menjadi objek dari rayuan ataupun korban dari kebijakan para elit politik yang saling bersitegang dalam merebut dan mempertahankan jabatannya. Kedua; Sudah saatnya rakyat mengambil peran yang seharusnya diperankan dalam berjalannya roda pemerintahan, yaitu sebagai pengawas dan memberi peringatan bila pemerintah telah menyimpang. Ketiga; Sudah saatnya rakyat mengambil alih kekuasaanya bilamana pemerintahan yang ada sudah dinilai jauh dari dasar/esensi sebuah negara.

Akhirnya, marilah kita belajar menjadi rakyat yang melek politik, agar posisi tawar rakyat bukan saja secara teoritis memiliki posisi tertinggi tetapi secara riil juga menggambarkan pintarnya masyarakat dalam berpolitik dan posisinya sangat diperhitungkan dalam rana politik.

Diterbitkan oleh

pinterpol

blog politik, blog media, blog sosial

2 tanggapan untuk “Mengapa Harus Melek Politik?”

  1. Setuju!, memang rakyat negeri harus melek, dan perlu sosialisasi. Masalahnya berapa persen rakyat negeri tercinta ini yang peduli, wong makan saja susah. Sehingga ketika politikus kampanye mereka sudah senang dapat nasi bungkus dan kaos, lalu dipenuhi dengan janji-janji. Semoga rakyat negeri ini melek politik supaya tidak tertipu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s