Syariah adalah Kewajiban

Sebuah kesimpulan yang salah, jika dinyatakan bahwa kekalahan partai Islam menunjukkan syariah tidak laku. Karena bagi umat islam, syariah bukanlah pilihan, tetapi sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. Karena itu, syariah Islam bukan ditawarkan, tetapi diwajibkan.
Sejak awal syariah diturunkan bukan untuk ditawarkan kepada manusia, namun diwajibkan atas seluruh manusia. Saat itu memang sebagian masyarakat Mekkah yang menerima sedangkan kebanyakan menolaknya, namun pada saat itu tidak dikatakan bahwa Islam tidak laku tapi belum diimani banyak orang. Ini persis sama dengan kondisi sekarang; memang banyak yang sudah Islam namun sebagian besar masih sekular. Lanjut membaca

Tak Sekedar Mandiri dan Pro Rakyat

Krisis ekonomi global menjadi faktor penentu program utama para capres-cawapres dan tim suksesnya. Berbagai rancangan ekonomi yang membuat rakyat ‘kepincut’ dipersiapkan, tak terkecuali bagaimana iklannya nanti.
Semua pasangan capres-cawapres mengklaim akan mengutamakan rakyat dan menjadi Negara yang mandiri dan berdaulat di bidang ekonomi. Pasangan Mega-Pro lebih tegas mengusung ekonomi kerakyatan yang akan mengutamakan untuk kepentingan rakyat kecil. Mereka membuat gebrakan sejak deklarasinya di TPA Bantar gebang hingga di pasar besar Solo. Tak hanya itu Mega dan Prabowo pun rela mempraktekkan membawa barang dagangan ala pedagang kecil. Dalam iklan-iklannya sebelumnya Prabowo menyindir besarnya subsidi untuk orang kaya yang sesungguhnya akan jauh lebih bermanfaat bila diberikan ke para petani, nelayan dan pedagang kecil.
Pasangan SBY-Boediono menekankan akan melanjutkan kebijakan-kebijakan yang diakui sudah berhasil, sedangkan yang belum akan diperbaiki. Semuanya atas nama rakyat dan mengutamakan kemandirian bangsa. Dengan berbagai jurus pasangan ini mengelak atas berbagai tuduhan antek neolib dan partai waralaba dari Partai Demokrat Amerika. Pilihan SBY terhadap Boediono dinilai memberi kesempatan pesaingnya mendapat angin, bahkan ini dikatakan salah satu penyebab tren turunnya penerimaan masyarakat terhadap pasangan ini.
Sedangkan pasangan JK-Wiranto sejak awal menyatakan lebih cepat lebih baik, namun mendapat nomor urut terakhir. Tim kampanye dan konsultannya merasa penting mengungkap kelebihan JK yang cepat dan tegas dalam menjalankan berbagai kebijakan serta menyelesaikan permasalahan. Dalam iklannya meminta tokoh-tokoh nasional untuk menilai siapa dan bagaimana prestasi JK selama ini, tentu di luar benar atau tidak, namanya juga iklan. Lanjut membaca

Religius, Tapi Sekuler

Iklan politik capres yang cukup elegan dengan mengungkapkan kelebihan-kelebihan pribadinya, hingga terkesan logis bila dia layak melanjutkan kepemimpinannya 5 tahun ke depan. Bagi para pesainnya tentu banyak pertanyaan, tapi saya hanya mempunyai satu pertanyaan, yaitu banarkah religius?.
Klaim religius sering kali menjadi klaim yang tepat untuk maju menjadi pemimpin dalam masyarakat yang mayoritas muslim. Berbekal religius diharapkan tidak akan ada penolakan terhadap pribadi dan kepemimpinannya. Bahkan banyak partai Islam dan berbasis massa Islam di belakang mendukungnya. Tapi bila kita merujuk kembali makna religius dalam Islam, tentu sangat kontraproduktif dengan klaim capres tersebut. Lanjut membaca

Meraih Berkah Ekonomi Syariah

Di era kapitalisme menuju kehancuran, ada 2 upaya yang terlihat jelas, yaitu penyelamatan ekonomi kapitalisme dan pencarian sistem ekonomi alternatif. Bila upaya penyelamatan ekonomi kapitalisme sekarang sudah diluar teori kapitalisme yaitu penyelamatan dilakukan negara bukan mekanisme pasar sendiri. Negara Amerika pun harus mengeluarkan dana triliunan untuk penyelamatan, hasilnya sama tidak berubah.
Sedangkan upaya mencari sistem ekonomi alternatif, para praktisi ekonomi telah mengenal ekonomi syariah, walaupun masih terbatas pada perbankan syariah. Keunggulan sistem ekonomi syariah, termasuk bank syariah, tidak hanya diakui oleh para tokoh di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Ketahanan sistem ekonomi syariah terhadap hantaman krisis keuangan global telah membuka mata para ahli ekonomi dunia. Banyak di antara mereka yang lalu melakukan kajian mendalam terhadap perekonomian yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Direktur International Capital Market Association Centre di University of Reading, John Board, mengatakan, keuangan Islam dapat memperkuat hal yang telah dimengerti bankir barat selama 200 tahun, tapi telah dilupakan dalam 50 tahun terakhir. Lanjut membaca