Koalisi dalam dunia demokrasi adalah hal yang wajar. Namun sangat disayangkan, koalisi itu sifatnya hanya pada soal kepentingan sesaat. Kondisi koalisi putus sambung berdasarkan kepentingan sesaat ini sesuai dengan praktek politik pragmatis.
Koalisi biasa dilakukan untuk mencapai sesuatu yang tidak bisa diraih oleh satu partai saja, sehingga partai-partai mencari dan saling menjajaki kemungkinan koalisi berdasarkan kepentingan tertentu. Proses koalisi biasanya diwarnai oleh tawar-menawar akan kepentingan tersebut. Hasilnya mereka bagi sesuai dengan kesepakatan dan perbandingan kekuatan dalam koalisi tersebut, bisa berupa kekuasaan atau posisi strategis dalam pemerintahan. Lanjut membaca