Bagi rakyat, hal yang paling menyakitkan adalah bila kepercayaannya yang sudah diberikan kepada partai atau elit politik ternyata dikhianati. Fakta ini bukanlah hal yang baru karena fakta politikus sekarang berada pada sistem yang mengkondisikan mereka harus seperti bunglon, bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya. Mereka benar-benar seperti bunglon yang ‘menggemaskan’ anak kecil tapi sangat menyakitkan bagi orang yang merasa dikhianati.
Berbagai fakta terbaru pun kian jelas, idealisme para politikus kian kabur. Berbagai pernyataannya, langkahnya, keberpihakkannya pun tidak dapat dipegang sebagai idealisme. Sehingga muncul pemahaman tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia politik. Apapun bisa terjadi, termasuk yang paling memuakkan dan dibenci semua orang pun bisa dengan mudah terjadi. Semua itu dilakukan para politisi dan partai politik di negeri ini. Tak heran jika para pengamat memberi nasihat, bila jadi politisi harus memiliki muka tebal, kulit badak bahkan siap menjilat ludah sendiri sambil tersenyum. Lanjut membaca
Tag Archives for Politisi
Dunia Konflik Politik
Ada ungkapan politik yang cukup familier di negeri demokrasi, tidak ada musuh abadi dan kawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi. Walaupun ini dikritik berkali-kali, realitas politik di negeri ini pun menunjukkan hal tersebut. Bagaimana tidak, partai yang berasal dari basis masa bahkan keluarga yang sama pun pecah belah menjadi beberapa bagian karena setiap elitnya memiliki kepentingan yang berbeda. Hampir semua partai pernah pecah hingga membingungkan rakyat yang diwakilinya.
Bila dicermati, tidak ada konflik partai yang berawal dari tuntutan rakyat kepada partai untuk lebih serius memperjuangkan aspirasinya. Tetapi yang terjadi selalu diawali para elit politik yang merebut atau mempertahankan posisinya sendiri. Kemudian para elit membuat legalisasi dukungan dari rakyat bahwa merekalah yang benar. Dukungan dari rakyat bisa diperoleh dengan berbagai cara, apakah menggunakan jaringannya sendiri atau mengerahkan orang bayaran. Dan ternyata dengan berbagai kepentingan elit membutuhkan massa maka muncullah orang-orang yang mengambil keuntungan dengan menyediakan massa bayaran tersebut. kini jasa jenis ini sangat laku keras.
Kondisi ini sangat merugikan rakyat, baik yang diwakili maupun yang tidak. Karena mereka tidak sibuk memperjuangkan aspirasi rakyat tetapi sibuk memperjuangkan kepentingan sendiri. Bukan rakyat yang untung, tetapi rakyat jadi korban konflik. Bila elit hanya konflik di wilayah hukum sedang rakyat di wilayah adu fisik, sehingga tak sedikit konflik justru memakan korban jiwa. Lanjut membaca