Pilpres Kelabu

Pilpres sudah berlalu, namun bara api konflik masih membara. Sekilas kampanye dan detik-detik pilpres lalu terkesan cukup dramatis, 2 hari menjelang pilpres, 2 pasangan memberikan waktu 24 jam KPU untuk menyelesaikan masalah DPT. Untung MK mengambil keputusan dengan memberikan kesempatan bagi rakyat yang tidak terdaftar dalam DPT bisa menggunakan KTP. Hasilnya, setelah pilpres pun DPT tetap jadi alasan untuk menolak hasil pencontrengan.
Bila dibandingkan dengan pemilu 2004, banyak yang menilai pemilu 2009 jauh amburadul, padahal Ketua dan anggota KPU pemilu 2004 masuk penjara. Pertanyaannya; apakah nanti setelah tugas selesai, adakah anggota KPU saat ini yang masuk penjara?. Kita lihat saja, sudah ada indikasi ke sana, tapi tetap saja ini rana politik yang hasilnya sulit ditebak.
Pilpres ini jadi cermin politik Indonesia yang sangat pragmatis. Ada gula ada semut, berpihak yang kemungkinan menang walaupun berbeda aliran dan ideologi perjuangan. Berbagai fenomena menjelang pilpres cukup jelas menghadirkan wajah sesungguhnya dari para elit politik yang pragmatis. Pilpres ini menimbulkan fenomena partai-partai pecah, dihujat kader dan pemilihnya. Lanjut membaca