Tidak ada berita besar sebesar teror bom di dunia ini. Hampir setiap kejadian teror bom menjadi berita besar, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Bila diperhatikan, ada beberapa faktor yang menjadikan berita bom selalu menjadi berita besar, diantaranya;
Pertama; Teror bom adalah agenda global yang dipimpin Amerika. Muncullah aksi terrorisme global mencuat kembali saat tragedi WTC, 9 September 2001. Berbagai analisa menyebutkan bahwa WTC ‘memang’ dikorbankan untuk ambisi memerangi terroris internasional. Keganjilan-keganjilan telah banyak ditulis diberbagai buku termasik film dukumenter. Hingga detik ini, tragedi WTC masih penuh ‘misteri’.
Selanjutnya bom-bom meledak bergantian di negara-negara di luar Amerika, termasuk di Indonesia. AS memetakan negara dengan tudingan, anda bersama kami (sekutu AS) atau bersama teroris?. AS segera membuktikan sikap kerasnya dengan menggulung rezim Taliban dan Saddam karena dituduh mendukung teroris, tanpa memperdulikan kecaman dunia Internasional anti perang.
Agenda AS sangat jelas karena berbagai UU antiteror maupun pasukan khusus pemburu teror dibentuk AS dan bekerjasama dengan negara-negara yang bersama AS. Bahkan anggaran dan dana bantuan disediakan AS untuk negara-negara tersebut. Setiap terjadi bom meledak, dipastikan banyak respon dari dari luar terutama Amerika dan sekutunya, baik kecaman terhadap pelaku bom dan dukungan kepada pemerintah untuk mengungkap teror tersebut. Lanjut membaca