Demo Vs Resistensi Pemerintah

Bila kita amati demo di negeri ini, cukuplah menarik untuk disikapi. Setiap hari pasti ada demo, terutama di Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Suatu ketika hanya ada satu agenda demo, presenter salah satu TV nasional heran, “kok hanya ada satu, kan biasanya cukup banyak element masyarakat bergantian demo”. Belum lagi di daerah-daerah yang terus memenuhi headline media lokal dan tak jarang terangkat menjadi headline media nasional karena urgensi permasalahannya.

Demo menjadi kesukaan media untuk diliput, mengapa? Karena bagi media, adanya demo pastilah ada permasalahan. Bila demikian, pastilah banyak sekali permasalahan bangsa ini yang membuat rakyatnya terus secara bergantian melakukan demo agar permasalahnya didengarkan pemerintah dan cepat terselesaikan. Pertanyaanya, apakah didengar dan terselesaikan? Lanjut membaca

Membonsai Gerakan Rakyat

Moment peringatan hari anti korupsi 9 Desember lalu, dirayakan berbagi elemen masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya menuntut penuntasan skandal Bank Century. Demo yang direncanakan jauh-jauh hari dan membuat panas suasana politik negeri ini, diprediksi akan dihadiri para tokoh nasioanal dan ratusan ribu orang. Tapi ternyata, jauh dari perkiraan, mengapa bisa terjadi?.

Padahal aksi di Monas juga dimeriahkan penampilan penyanyi Edo Kondolagit, Franky Sahilatua, dan Ras Muhamad. Ternyata hanya sekitar lima ribu orang, masa itu dikatakan dari 45 elemen masyarakat sipil yang mengikuti aksi unjuk rasa di sisi istana lapangan Monumen Nasional (Monas). Lanjut membaca