<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>pinterpol</title>
	<atom:link href="http://pinterpol.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pinterpol.wordpress.com</link>
	<description>pinter politik, sosial dan media</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Dec 2011 16:20:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pinterpol.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ce448b3bfb0153a82be5dd07e4596dc0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>pinterpol</title>
		<link>http://pinterpol.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pinterpol.wordpress.com/osd.xml" title="pinterpol" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pinterpol.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ikut Indonesia Tenggelam?</title>
		<link>http://pinterpol.wordpress.com/2011/08/01/ikut-indonesia-tenggelam/</link>
		<comments>http://pinterpol.wordpress.com/2011/08/01/ikut-indonesia-tenggelam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 02:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinterpol</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinterpol.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Duh, ngeri melihat kondisi Indonesia yang kian hari makin hancur. Tahun 1998 gerakan reformasi ingin menyelamatkan negeri ini dari krisis &#8230;<p><a href="http://pinterpol.wordpress.com/2011/08/01/ikut-indonesia-tenggelam/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=352&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pinterpol.files.wordpress.com/2011/08/kapal-tenggelam.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-353" title="kapal tenggelam" src="http://pinterpol.files.wordpress.com/2011/08/kapal-tenggelam.jpg?w=529" alt="kapal tenggelam"   /></a>Duh, ngeri melihat kondisi Indonesia yang kian hari makin hancur. Tahun 1998 gerakan reformasi ingin menyelamatkan negeri ini dari krisis multidimensi, justru kini terasa makin hancur. Rakyat miskin makin terlantar, rakyat cuek urusan pemerintah/politik, kriminal &amp; korupsi tak terkendali, beginilah bila Indonesia terasa tanpa pemerintah?</p>
<p>Banyak permasalahan yang tak pernah selesai, hilang ditindih masalah-masalah baru, dan masalah-masalah baru tak tertangani karena terlalu banyak jumlahnya. Parahnya lagi para penegak hukum di negeri ini bermasalah! Bagaimana bisa mengharapkan penyelesaian dan keadilan jika kondisi seperti ini?<span id="more-352"></span></p>
<p>Banyak pihak ingin menyelamatkan, namun mereka terjebak dalam lingkaran setan sistem demokrasi kapitalisme. Mereka mengira bisa menyelesaikan semua masalah tapi bingung mengawali penyelesaian dari mana? Mereka terjerat masalah bangsa ini secara historis, yang akan terungkap ketika kasus lain tersingkap. Mereka memilih kasus kecil dan orang kecil sebagai tumbal untuk menyelamatkan masalahnya. Para pemimpin dan elit bingung dengan kasusnya sendiri sedang urusan rakyatnya dibiarkan terlantar. Bagaimana bisa berharap penyelamatan dan kesejahteraan, bila mereka saja bingung dan tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri ?</p>
<p>Indonesia kian-hari makin tunduk pada Amerika yang kini akan tenggelam dengan utangnya yang tak bisa dibayar, persis sama dengan negara ini. Perusahaan-perusahaan Amerika terus memperpanjang kontrak dan meningkatkan eksploitasi kekayaan alam dan potensi pasar Indonesia untuk kepentingan negerinya sendiri. Anehnya Indonesia bangga jadi jajahan Amerika dengan perjanjian konfrehensif menuju penjajahan secara menyeluruh, hanya terbuai kata “sate, bakso…” Obama?</p>
<p>Indonesia segera tenggelam dalam permasalahan-permasalahan besar dan penjajahan yang makin dalam. Daratan keadilan dan kesejahteraan ditinggalkan. Bahtera Indonesia terasa mulai masuk ke dalam  lautan. Apakah kita ikut tenggelam? ….</p>
<p><strong>Jawabannya :</strong> Bisa ya … karena kita termasuk bagian negeri ini. Juga bisa tidak, … bila kita secara bersama-sama keluar dari lingkaran setan sistem demokrasi kapitalisme menuju sistem kehidupan yang dirahmati Allah Sang Pencipta dan Pengatur alam semesta.</p>
<p>Bagaimana pendapat anda? ….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinterpol.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinterpol.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinterpol.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinterpol.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinterpol.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinterpol.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinterpol.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinterpol.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinterpol.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinterpol.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinterpol.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinterpol.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinterpol.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinterpol.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=352&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinterpol.wordpress.com/2011/08/01/ikut-indonesia-tenggelam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/918000d9569f37d1854453a0d5df6bd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pinterpol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pinterpol.files.wordpress.com/2011/08/kapal-tenggelam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kapal tenggelam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ormas Islam Yes, Politik No ?</title>
		<link>http://pinterpol.wordpress.com/2010/07/06/ormas-islam-yes-politik-no/</link>
		<comments>http://pinterpol.wordpress.com/2010/07/06/ormas-islam-yes-politik-no/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 13:09:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinterpol</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sekuler]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinterpol.wordpress.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar keputusan dua ormas Islam terbesar di negeri ini yang menetapkan akan menjauh dari politik ini seperti keputusan “kapok cabe”. &#8230;<p><a href="http://pinterpol.wordpress.com/2010/07/06/ormas-islam-yes-politik-no/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=346&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengar keputusan dua ormas Islam terbesar di negeri ini yang menetapkan akan menjauh dari politik ini seperti keputusan “kapok cabe”. Bilangnya “kapok” tapi akan diulangi lagi, lagi dan lagi. Mengapa? karena sejarah ormas Islam di Indonesia seperti itu, katanya tidak akan ikut dalam politik praktis, kenyataannya ada saja pimpinannya yang silau oleh gemerlapnya dunia politik. Bila tokoh atau pemimpinnya ikut yang bawah pasti juga ditarik-tarik oleh banyak kepentingan politik. Kalau sudah parah, semua bilang “kapok” masuk politik.</p>
<p>Faktanya ormas tanpa politik akan selalu jadi objek politik. Ini jelas sekali, bila sebuah ormas tidak memutuskan kebijakan dalam politiknya, maka umatnya diberikan kebebasan untuk menentukan pandangan politiknya masing-masing. Ibarat ternak yang dilepaskan dari kandangnya saat kampanye tiba. Maka partai-partai siap menerkam setiap ternak yang bingung lari kesana kemari. Tokoh-tokohnya didekati dengan barter suara dan kepentingan politik sesaat yang akhirnya munculah pergesekan di tingkat bawah. Minimal ada tiga kali waktu ormas dan umat akan dipecah-belah dengan kepentingan politik, saat pilpres, pilgub dan pilbup atau  pilwali.<span id="more-346"></span></p>
<p>Realitas di atas tentu saja tak bisa dilepaskan oleh jargon “Islam yes, partai Islam no” Cak Nun. Bisa dibilang “Ormas Islam yes, politik no” merupakan kelanjutan dari proses menjauhkan Islam dari politik. Proses ini betul-betul sitematis dan negara juga ikut andil di dalamnya.</p>
<p>Pandangan ormas tanpa politik seperti ini sesuai ajaran “Urusan Kaisar serahkan saja kepada Kaisar, dan urusan Tuhan serahkan kepada Tuhan”. Jelas ini bukan ajaran Islam, tapi ajaran orang sekuler yang ada dalam agama nasrani. Apakah orang muslim ikut ajaran sekuler? Bila demikian, bukan kah muslim tersebut jadi sekuler?.</p>
<p>Seharusnya mengikuti ajaran Islam, karena ormas Islam. Di dalam al Qur’an terdapat ratusan hukum-hukum yang harus diterapkan oleh Negara. Untuk bisa diterapkan ormas Islam harus berupaya memperjuangkan secara politik. Tak pernah ada ceritanya, ada hukum yang bisa diterapkan di luar bingkai Negara. Maka, tak heran jika Imam Ghozali menyatakan &#8220;<em>agama dan negara seperti saudara kembar</em>, <em>agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan roboh dan segala sesuatu yang yang tidak berpenjaga niscaya akan hilang lenyap.&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Bila ormas Islam tanpa politik, maka tidak ada upaya mereka untuk memperjuangkan hukum Allah dalam kehidupan. Ini jelas karakter sekuler telah terbentuk dalam ormas Islam tersebut yang memisahkan Islam dari kehidupan. Maka, harus ada yang berusaha meluruskannya!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinterpol.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinterpol.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinterpol.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinterpol.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinterpol.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinterpol.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinterpol.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinterpol.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinterpol.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinterpol.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinterpol.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinterpol.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinterpol.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinterpol.wordpress.com/346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=346&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinterpol.wordpress.com/2010/07/06/ormas-islam-yes-politik-no/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/918000d9569f37d1854453a0d5df6bd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pinterpol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tunggulah Kehancurannya!</title>
		<link>http://pinterpol.wordpress.com/2010/05/22/tunggulah-kehancurannya/</link>
		<comments>http://pinterpol.wordpress.com/2010/05/22/tunggulah-kehancurannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 23:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinterpol</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinterpol.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[“Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggu saat kehancurannya” (HR. Bukhari). Geger artis porno/cabul dan pezina mencalonkan diri &#8230;<p><a href="http://pinterpol.wordpress.com/2010/05/22/tunggulah-kehancurannya/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=340&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka  tunggu saat kehancurannya”</em> (HR. Bukhari).</p>
<p>Geger artis porno/cabul  dan pezina mencalonkan diri jadi pemimpin  membuat kita teringat pada beberapa  hadist Rosulullah saw yang menjadi  panutan kita. Pertama sabda Rosulullah saw: <em>“Tunggu saat  kehancuranannya, apabila amanat itu disia-siakan!” Para sahabat serentak  bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud menyia-nyiakan amanah itu?”  Nabi SAW menjawab: “Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada bukan  ahlinya, maka tunggu saat kehancurannya”</em> (HR. Bukhari).</p>
<p>Jelas artis-artis seronok ini tidak punya kapabilitas untuk mengatur  urusan umat yang merupakan hal utama dalam politik. Seorang pemimpin  politik haruslah mengerti apa yang menjadi masalah masyarakat dan paham   solusinya. Bukan hanya itu, dalam Islam,  solusi yang diberikan,  bukanlah sembarang solusi, tapi haruslah berdasarkan kepada syariah  Islam.<span id="more-340"></span></p>
<p>Bagaimana artis-artis cabul ini menyelesaikan masalah kemiskinan,  kebodohan, sementara selama ini mereka tidak pernah hirau dalam urusan  ini. Apalagi berharap mereka akan menyelesaikannya berdasarkan syariah  Islam ?  Bukankah yang mereka bicarakan selama ini hanyalah persoalan  hiburan, gaya pakaian sensual yang mengundang nafsu , gaya panggung   memikat yang mengumbar aurat  ? Bukankah selama ini justru mereka  menjadi pelaku maksiat yang banyak melanggar syariah Islam. Kalau  kepemiminan politik ini diserahkankepada mereka tunggu saja  kehancurannya !</p>
<p>Saat ini bukti kehancuran itu sudah terjadi di depan mata. Ketika  umat Islam dipimpin oleh orang yang maksiat, yang tidak mau berhukum  pada hukum Allah SWT. Lebih tunduk kepada hukum kufur, tunduk kepada  penjajah kufur dan mengikuti arahan mereka dalam mengatur kehidupan  masyarakat. Tunduk kepada imperialis Amerika dengan perangkat sistem  sekuler dan organisasi &#8211; alat penjajahannya-  seperti PBB, IMF dan Bank  Dunia. Lihatlah nasib umat Islam yang semakin terpuruk.</p>
<p>Yang kedua adalah hadist Rosulullah saw  tentang munculnya  ruwaibidhoh. Sabda Rosulullah saw : “<em>Akan datang kepada manusia  tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan  sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya  sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada  saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, <strong>“</strong></em><strong><em>Apa  yang dimaksud Ruwaibidhah</em></strong><strong><em>?</em></strong><em>“.  Beliau menjawab,<strong> “</strong></em><strong><em>Orang bodoh yang  turut campur dalam urusan masyarakat luas</em></strong><em>.</em>” (HR.  Ibnu Majah)</p>
<p>Hal ini pun sudah terjadi. Banyak orang bodah yang memimpin umat .  Mereka disebut bodoh karena menerapkan sistem yang bodoh (jahiliyah),  tidak mau menjalankan syariah Islam. Bodoh , karena sudah tahu sistem  sekuler danlibarel yang ada tidak akan membawa kepada kebaikan , malah  membawa kehancuran, namun tetap saja dipertahankan. Bodoh, karena tidak  mau mendengar pada kebenaran Islam untuk menerapkan syariah Islam.</p>
<p>Dan terbukti, saat ini penuh dengan penipuan. Yang tadinya berpakaian  seksi , menipu ummat dengan, pura-pura berbusana muslim. Berjanji akan  memperhatikan rakyat, setelah memimpin malah memiskinkan dan menambah  derita rakyat. Bicara mempertahankan kedaulatan negara, pada realitanya  malah menjual negara kepada asing, dengan menyerahkan kekayaan alam yang  seharusnya untuk rakyat, dirampok oleh penjajah asing. Namun ,  sayangnya, masih ada masyarakat yang menganggap mereka sebagai orang  yang amanah, bukan pengkhianat. Sebaliknya, yang menyerukan syariah  Islam yang berasal dari Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang ,  justru dituduh mengancam negara.</p>
<p>Namun yang jelas , maraknya artis maksiat mencalonkan diri menjadi  pemimpin , tidak bisa dilepaskan dari sistem demokrasi yang kita anut  sekarang ini. Inilah yang menjadi pangkal kehancuran sistem politik  kita. Dalam sistem demokrasi dimana sekulerisme menjadi asasnya,  persoalan agama dianggap merupakan persoalan pribadi. Sehingga  syarat-syarat agama, tidak menjadi penting dan tidak bisa jadi ukuran .</p>
<p>Ditambah dengan prinsip liberalisme yang memberikan kepada siapapun  kebebasan atas nama suara rakyat untuk dipilih menjadi pemimpin. Seperti  yang dikatakan Gary Hart, calon presiden AS (1988)   yang ketahuan  selingkuh : <em>Let the people decide</em>, biarkan rakyat memilih,  menjadi  slogan demokrasi. Tanpa perlu melihat ketaqwaan dari sang  pemimpin. Sampai-sampai Amin Rais mengatakan : <em>meskipun yang  terpilih adalah setan gundul</em>.</p>
<p>Padahal ketaqwaan menjadi hal yang sangat penting dalam Islam. Hancur  atau tidaknya sebuah negara , bangsa, dan rakyatnya tergantung pada  ketaqwaan masyarakat , tergantung kepada keterikatan mereka pada syariah  Islam. Kalau mereka bertaqwa Allah SWT akan membukakan pintu barakoh  dari langit dan bumi (QS al A’raf : 96). Sebaliknya kalau mereka  menyimpang dari aturan Allah swt mereka akan ditimpakan dengan kehidupan  yang sempit dengan berbagai penderitaan (QS Thoha: 123-126).</p>
<p>Ketaqwaan disini bukanlah sekedar ketaqwaan personal dari pemimpin ,  tapi juga sistem yang dijalankan oleh sang pemimpin. Artinya, kita bukan  hanya butuh pemimpin yang terikat pada syariat Islam secara individu,  tapi sistem yang diterapkan untuk mengatur kehidupan masyarakat dalam  berpolitik, ekonomi, pendidikan, dan masalah mua’amalah lainnya haruslah  berdasarkan syariah Islam. Jangan berharap itu akan terwujud selama  sistem yang diterapkan adalah sistem demokrasi, sistem kufur yang   menyerahkan sumber kedaulatan hukum kepada manusia, bukan kepada Allah  SWT semata-mata.</p>
<p>Perspektif : Farid  Wadjdi (<a href="http://www.hizbut-tahrir.or.id/">www.hizbut-tahrir.or.id</a>)<strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinterpol.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinterpol.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinterpol.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinterpol.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinterpol.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinterpol.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinterpol.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinterpol.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinterpol.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinterpol.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinterpol.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinterpol.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinterpol.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinterpol.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=340&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinterpol.wordpress.com/2010/05/22/tunggulah-kehancurannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/918000d9569f37d1854453a0d5df6bd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pinterpol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senang Menyambut Obama Sang Penjajah?</title>
		<link>http://pinterpol.wordpress.com/2010/03/19/senang-menyambut-penjajah-obama/</link>
		<comments>http://pinterpol.wordpress.com/2010/03/19/senang-menyambut-penjajah-obama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 13:35:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinterpol</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Penjajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinterpol.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Rencana kunjungan Obama ke Indonesia membuat suasana menjadi seperti pemilu AS, dimana-mana ada upaya menggalang dukungan bagi Obama yang dilakukan &#8230;<p><a href="http://pinterpol.wordpress.com/2010/03/19/senang-menyambut-penjajah-obama/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=336&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rencana kunjungan Obama ke Indonesia membuat suasana menjadi seperti pemilu AS, dimana-mana ada upaya menggalang dukungan bagi Obama yang dilakukan orang Indonesia. Alasan utamanya, karena Obama pernah tinggal di Indonesia dan mencatat rekor sebagai orang kulit hitam pertama yang memimpin Amerika. satu lagi yang sering disampaikan pecinta Obama tidak lain Obama akan memperbaiki citra Amerika yang dirusak Bush, termasuk terhadap dunia Islam.</p>
<p>Suasana suka ria menjadi “panas” seiring menculnya berbagai elemen masyarakat, terutama umat Islam menolak kedatangan Obama. Alasannya; Amerika masih menjajah secara militer di sejumlah negeri muslim seperti Irak,  Afghanistan dan di perbatasan Pakistan-Afghanistan itu, berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam. Serangan terhadap satu negeri Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam.<span id="more-336"></span> Oleh karena itu, dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk kategori <em>muhariban fi’lan</em> atau negara yang dalam status memerangi umat Islam secara <em>de facto.</em> Presiden dari sebuah negara seperti itu tidak layak untuk diterima sebagai tamu.</p>
<p>Maksud kunjungan Presiden AS Obama ke Indonesia tidak lain untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS di negeri ini. Indonesia adalah negara yang sungguh penting buat AS. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Kaya sumberdaya alam, khususnya energi, dan pasar yang sangat potensial untuk produk-produk ekspor AS. Banyak perusahaan AS di bidang migas dan pertambangan yang beroperasi di Indonesia. Dan dari perusahaan-perusahaan itu, sangat banyak AS menikmati kekayaan negeri ini. Apalagi kini AS tengah bersaing secara ekonomi dengan China. Kunjungan Obama ke Indonesia untuk memastikan bahwa Indonesia tetap dalam orbit pengaruhnya. Secara politik tetap menganut sistem dan ideologi sekuler. Dan secara ekonomi tetap menjadi pasar produknya dan perusahaan-perusahaan AS tetap leluasa beroperasi di Indonesia. Artinya, kunjungan Presiden Obama akan semakin mengokohkan penjajahan (tidak langsung) AS atas negeri ini. Memang ada nuansa nostalgia karena Obama semasa kecil pernah sekolah di Jakarta. Tapi itu amat sangat tidak penting. Tidak mungkin presiden dari sebuah negara imperialis sebesar AS datang ke sebuah negara untuk sekadar bernostalgia.</p>
<p>Aksi penolakan kunjungan Obama mendapat “angin” media, baik cetak, televisi maupun internet. Berkat publikasi berbagai media, aspirasi penolakan Obama menjadi perdebatan publik atau muncul pro kontra dalam masyarakat. Pemerintah pun tak berani melarang aksi-aksi penolakan Obama, hanya saja mengharapkan aksi-aksi tersebut tidak dilakukan secara anarkis.</p>
<p>Sikap pemerintah Indonesia tetap, tak terpengaruh aspirasi ribuan ulama maupun kritik para pengamat anti neoliberalisme Amerika yang menolak kedatangan Obama. Sikap ini mengokohkan fakta Indonesia sebagai Negara pengekor, yang terus mengikuti kebijakan Amerika. Baik dalam bidang politik dan ekonomi, Indonesia jelas berkiblat ke Amerika. Apalagi, sikap yang ditunjukkan selalu berlebihan dalam menyambut tamu-tamu pejabat Amerika, termasuk Obama. Bila demikian bisa dikatakan pemerintah akan menyambut penjajah dengan “senang hati”.</p>
<p>Bila faktanya seperti ini, maka sangat disayangkan sebuah negeri kaya SDA maupun SDM secara “suka rela” menerima penjajahan politik, ekonomi dan budaya atas negeri dan rakyatnya. Padahal dalam UUD dinyatakan; penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, sumber daya alam sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Jelas, sikap rela dijajah ini adalah upaya pembodohan bukan mencerdaskan. Oleh karena itu, upaya merdeka secara mutlak harus terus kita upayakan bersama, dengan membuang sistem dan ideologi penjajah kapitalis Amerika, serta diganti dengan sistem dan ideologi Islam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinterpol.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinterpol.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinterpol.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinterpol.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinterpol.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinterpol.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinterpol.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinterpol.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinterpol.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinterpol.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinterpol.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinterpol.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinterpol.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinterpol.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=336&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinterpol.wordpress.com/2010/03/19/senang-menyambut-penjajah-obama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/918000d9569f37d1854453a0d5df6bd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pinterpol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Century dan Praktik Kotor Demokrasi</title>
		<link>http://pinterpol.wordpress.com/2010/03/19/century-dan-praktik-kotor-demokrasi/</link>
		<comments>http://pinterpol.wordpress.com/2010/03/19/century-dan-praktik-kotor-demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 06:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pinterpol</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pinterpol.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua hal yang sangat dibanggakan oleh pejuang-pejuang Demokrasi dari sistem ini, kebenaran dan suara rakyat. Sistem demokrasi dianggap paling &#8230;<p><a href="http://pinterpol.wordpress.com/2010/03/19/century-dan-praktik-kotor-demokrasi/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=334&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua hal yang sangat dibanggakan oleh pejuang-pejuang Demokrasi  dari sistem ini, kebenaran dan suara rakyat. Sistem demokrasi dianggap  paling bisa mendekati kebenaran, karena bersumber pada kedaulatan suara  rakyat. Suara rakyat dianggap suara Tuhan. Sistem ini juga dianggap  paling aspiratif karena selalu mendasarkan kepada suara rakyat. Namun  dalam kasus Century, justru dua hal ini dilanggar. Kasus Century dengan  secara gamblang menunjukkan kepada kita hakikat buruk system demokrasi  dan praktik-praktik kotornya.</p>
<p>Kebenaran berdasarkan fakta yang seharusnya dicari oleh siapapun dan  menjadi dasar pertimbangan utama diabaikan begitu saja. Meskipun  berbagai bukti dan argumentasi sudah terungkap dalam rapat-rapat Pansus  yang melelahkan, tetap saja yang paling menentukan adalah tawar menawar  politik. Politik dagang sapi sangat kentara dalam kasus ini. Berbagai  cara pun dilakukan untuk memperkuat posisi tawar menawar. Mulai dari  bujukan kekuasaan sampai ancaman.<span id="more-334"></span></p>
<p>“Stick and Carrot Policy” menjadi alat penentu  kebenaran. Bagi yang  mau mendukung partai berkuasa , janji-janji kekuasaan dan jabatanpun  dijadikan perangkap. Bukan rahasia lagi, pelobi partai berkuasa  berkeliaran menawarkan posisi menteri (pasca reshufle), jabatan penting  di BUMN , dan tawaran-tawaran lain yang menggiurkan.</p>
<p>Sebaliknya yang cendrung menolak partai berkuasa diancam dengan  berbagai teror. Dikeluarkan dari koalisi, ancaman akan dikorbankan dalam  reshuffle. Siapa kawan siapa lawan ditentukan bukan berdasarkan  kebenaran tapi berdasarkan apakah mendukung partai berkuasa atau tidak.  Seperti pernyataan sekjen DPP Demokrat Amir Syamsudin , bagi Partai  Demokrat siapa lawan siapa kawan terlihat dari sikap fraksi terhadap  kasus Century . Menurutnya keloyalan  terhadap koalis bersama partai  demokrasi , akan menjadi dasar pertimbangan evaluasi.</p>
<p>Pelobi-pelobi ulang pun menebarkan teror. Berbagai hal yang bisa  menyeret lawan politik termasuk dugaan kejahatan masa lampau pun  diungkap kembali. Staf khusus bidang sosial dan bencana Presiden SBY,  Andi Arief, paling bersemangat menyeret politisi PKS dengan tuduhan  terlibat dalam L/C Fiktif . Tidak tanggung-tanggung Andi Arif menuduh  PKS melindungi deposan Bank Century yang bermasalah, M Misbakhun.  Tuduhan yang ditolak keras oleh PKS. Andi Arif yang seharusnya lebih  sibuk mengurusi bencana longsor Ciwidey, banjir dibanyak tempat di  Indonesia , malah menjadi kacung penguasa demi  mempertahankan posisi  kekuasaan.</p>
<p>Dosa-dosa masa lalu pun diungkap seperti beberapa politisi yang  dikenal keras dalam pansus dituding ikut dalam rombongan beberapa  anggota DPR-RI yang ikut studi banding ke New York<br />
dan London pada 2004, yang pembiayaannya ditanggung BI. Perjalanan ke  luar negeri itu dianggap  sebagai ‘upah’ (gratifikasi). Ical  diseret-seret dalam masalah pajak. Peran Golkar dalam kasus Bank Bali,  PDIP dalam kasus BLBI pun diungkap kembali untuk membuat gentar lawan.  Lepas dari apakah tuduhan itu benar atau tidak pertanyaannya, kenapa  baru sekarang masalah ini diungkap ?</p>
<p>Klaim atas nama suara rakyatpun dipertanyakan. Demokrasi selalu  mengklaim bahwa system ini paling aspiratif karena berdasarkan kepada  suara rakyat yang diwakili oleh anggota DPR/MPR. Kenyataannya tidak  seperti itu. Meskipun sudah berjibaku dalam rapat-rapat pansus Century  tentu saja telah menghabiskan dana negara, tetap saja yang kemudian  menuntukan adalah pimpinan  partai politik. Atas nama kebijakan partai ,  suara pemimpin parpol yang tidak pernah ikut rapat justru yang paling  menentukan. Tentu saja setelah kompromi politik dengan partai berkuasa.  Pertanyaan penting yang harus kita ajukan , kalau merasa benar kenapa  harus melakukan lobi sana lobi sini. Kalau semua ditentukan oleh  pemimpin partai , untuk apa ada pansus yang memakan waktu yang panjang  dan menghabiskan uang negara ?</p>
<p>Klaim suara mayoritas sistem demokrasi memang patut dipersoalkan.  Realitanya, yang berkuasa sering kali adalah pemimpin partai dan pemilik  modal. Hasilnya, banyak kebijakan partai politik di DPR atau  pemerintahan yang justru memberatkan rakyat dan lebih menguntungkan  pemilik modal. Rakyatpun tidak pernah ditanya apakah setuju terhadap  kenaikan BBM, privatisasi listrik, komersialisasi pendidikan lewat BHP.  Demokrasi menjelma menjadi tirani minoritas (pemilik modal, pemimpin  partai) atas nama mayoritas. Prinsip penting demokrasi ini menjadi  sebuah iluasi yang tidak ada realitnya.</p>
<p>Praktik kotor demokrasi seperti ini sudah seharusnya semakin  menyadarkan kita tentang kebobrokan dari sistem ini. Sistem yang  menjadikan hawa nafsu, kekuasaan, dan harta sebagai panglima tertinggi,  tidak akan pernah memberikan kebaikan pada rakyat. Kembali kepada  syariah Islam adalah jalan terbaik bagi kita . Syariah Islam, sistem  aturan kehidupan  yang berasal dari Allah SWT yang Maha Sempurna, Maha  Pengasih dan Penyayang pastilah akan memberikan kebaikan kepada manusia.</p>
<p>Ukuran kebenaran juga menjadi jelas yakni halal dan haram berdasarkan  nash syari’i. Bukan pertimbangan hawa nafsu manusia yang seringkali  sarat dengan keserakahan, dipengaruhi oleh berbagai kepentingan,  perbedaan waktu dan tempat. Afahukmal jahiliyyati yabghun wa man ahsanu   minallahi hukman li qoumi yukinun (Apakah hukum jahiliyah yang mereka  kehendaki, siapakah yang lebih baik dari pada (hukum Allah ) bagi  orang-orang yang yakin ?.</p>
<p>Perspektif : Farid  Wadjdi (www.hizbut-tahrir.or.id)<strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pinterpol.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pinterpol.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pinterpol.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pinterpol.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pinterpol.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pinterpol.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pinterpol.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pinterpol.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pinterpol.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pinterpol.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pinterpol.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pinterpol.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pinterpol.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pinterpol.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pinterpol.wordpress.com&amp;blog=3826892&amp;post=334&amp;subd=pinterpol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pinterpol.wordpress.com/2010/03/19/century-dan-praktik-kotor-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/918000d9569f37d1854453a0d5df6bd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pinterpol</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
