Senang Menyambut Obama Sang Penjajah?

Rencana kunjungan Obama ke Indonesia membuat suasana menjadi seperti pemilu AS, dimana-mana ada upaya menggalang dukungan bagi Obama yang dilakukan orang Indonesia. Alasan utamanya, karena Obama pernah tinggal di Indonesia dan mencatat rekor sebagai orang kulit hitam pertama yang memimpin Amerika. satu lagi yang sering disampaikan pecinta Obama tidak lain Obama akan memperbaiki citra Amerika yang dirusak Bush, termasuk terhadap dunia Islam.

Suasana suka ria menjadi “panas” seiring menculnya berbagai elemen masyarakat, terutama umat Islam menolak kedatangan Obama. Alasannya; Amerika masih menjajah secara militer di sejumlah negeri muslim seperti Irak, Afghanistan dan di perbatasan Pakistan-Afghanistan itu, berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam. Serangan terhadap satu negeri Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Lanjut membaca

Century dan Praktik Kotor Demokrasi

Ada dua hal yang sangat dibanggakan oleh pejuang-pejuang Demokrasi dari sistem ini, kebenaran dan suara rakyat. Sistem demokrasi dianggap paling bisa mendekati kebenaran, karena bersumber pada kedaulatan suara rakyat. Suara rakyat dianggap suara Tuhan. Sistem ini juga dianggap paling aspiratif karena selalu mendasarkan kepada suara rakyat. Namun dalam kasus Century, justru dua hal ini dilanggar. Kasus Century dengan secara gamblang menunjukkan kepada kita hakikat buruk system demokrasi dan praktik-praktik kotornya.

Kebenaran berdasarkan fakta yang seharusnya dicari oleh siapapun dan menjadi dasar pertimbangan utama diabaikan begitu saja. Meskipun berbagai bukti dan argumentasi sudah terungkap dalam rapat-rapat Pansus yang melelahkan, tetap saja yang paling menentukan adalah tawar menawar politik. Politik dagang sapi sangat kentara dalam kasus ini. Berbagai cara pun dilakukan untuk memperkuat posisi tawar menawar. Mulai dari bujukan kekuasaan sampai ancaman. Lanjut membaca

Demo Vs Resistensi Pemerintah

Bila kita amati demo di negeri ini, cukuplah menarik untuk disikapi. Setiap hari pasti ada demo, terutama di Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Suatu ketika hanya ada satu agenda demo, presenter salah satu TV nasional heran, “kok hanya ada satu, kan biasanya cukup banyak element masyarakat bergantian demo”. Belum lagi di daerah-daerah yang terus memenuhi headline media lokal dan tak jarang terangkat menjadi headline media nasional karena urgensi permasalahannya.

Demo menjadi kesukaan media untuk diliput, mengapa? Karena bagi media, adanya demo pastilah ada permasalahan. Bila demikian, pastilah banyak sekali permasalahan bangsa ini yang membuat rakyatnya terus secara bergantian melakukan demo agar permasalahnya didengarkan pemerintah dan cepat terselesaikan. Pertanyaanya, apakah didengar dan terselesaikan? Lanjut membaca

Membonsai Gerakan Rakyat

Moment peringatan hari anti korupsi 9 Desember lalu, dirayakan berbagi elemen masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya menuntut penuntasan skandal Bank Century. Demo yang direncanakan jauh-jauh hari dan membuat panas suasana politik negeri ini, diprediksi akan dihadiri para tokoh nasioanal dan ratusan ribu orang. Tapi ternyata, jauh dari perkiraan, mengapa bisa terjadi?.

Padahal aksi di Monas juga dimeriahkan penampilan penyanyi Edo Kondolagit, Franky Sahilatua, dan Ras Muhamad. Ternyata hanya sekitar lima ribu orang, masa itu dikatakan dari 45 elemen masyarakat sipil yang mengikuti aksi unjuk rasa di sisi istana lapangan Monumen Nasional (Monas). Lanjut membaca