Mereka Takut Islam Bangkit

Bila kita memperhatikan headline media-media nasional terkait ikut sertanya remaja dalam aksi terorisme beberapa waktu yang lalu, pesannya sangat jelas. Judul-judul berita tersebut antara lain; Presiden SBY: Selamatkan Generasi Muda dari Kegiatan Teroris”, “Diduga, Teroris “Cuci Otak” Sederet Anak Muda”, “Anak Muda Target Rekrutmen Teroris”, “Jangan Biarkan Kaum Muda Tergarap Teroris”, “Membentengi Generasi Muda dari Teroris”, “Selamatkan Generasi muda Dari Gerakan Terorisme! dan masih banyak yang lainnya. Semuannya berisi ketakutan remaja tersentuh teroris. Akhirnya, media pun menyimpulkan bahwa semua kegiatan keislaman remaja memiliki kemungkinan masuknya faham terorisme.

Ketakutan terhadap terorisme memang sangat beralasan, mengingat dampak yang ditimbulkan sangat mengerikan. Namun, jika faktanya terorisme menjadi bagian dari konspirasi untuk menjauhkan umat Islam dari ajarannya, serta menghalangi bangkitnya kekuatan Islam yang mulai menggeliat di seluruh penjuru dunia adalah sebuah tindakan yang sangat jahat. Sebab, hingga kini, sesungguhnya pelaku-pelaku terorisme tidak mendapat tempat di hati umat Islam sendiri. Mereka ingin memaksakan, agar umat Islam juga hati-hati sekaligus benci terhadap kelompok yang memiliki kesamaan tujuan, pemikiran dan fisik teroris, walau mengambil metode perjuangan yang berbeda, anti kekerasan. Lanjutkan membaca ‘Mereka Takut Islam Bangkit’

Ketika Presiden Tak Mendengar Rakyat

Pidato Presiden terkait kasus Bank Century dan Bibit-Chanda membuat pro-kontra baru. Sebagian besar masyarakat yang menghendaki pengusutan kasus Bank Century dan mendukung Bibit-Chandra kian “memusuhi” pemerintah. Jelas saja, keputusan yang mengambang itu dinilai hasil kompromi dari berbagi kepentingan yang ada, tak terkecuali kepentingan “buaya” yang masih kuat pengaruhnya.

Keputusan Presiden itu, jauh berbeda dengan rekomendasi Tim 8 sebelumnya. Perbedaan ini juga yang menjadi salah satu, penyebab marahnya rakyat atas keputusan presiden tersebut. Presiden dinilai tak mampu menuntaskan kasus-kasus besar yang membuat keresahan rakyat. Presiden seolah bermain api dan membiarkan kasus ini mengalami metamorfosis yang cukup komplek. Rakyat meminta keputusan cepat dan tegas. Lanjutkan membaca ‘Ketika Presiden Tak Mendengar Rakyat’

Kekuatan Rakyat

Tragedi penegakkan hukum di negeri ini menjadi sebab panasnya suasana politik beberapa minggu ini. Fakta ini mengungkap rumor yang dulu masih setengah benar, tapi berbagai bukti saat ini menunjukkan fakta sebenarnya, kerusakan yang teramat parah.

Bagi siapa pun, konflik di pucuk elit penegak hukum dan politisi kian membawa keresahan siapapun terutama rakyat. Jelas, ini menjadi salah satu penyebab keadilan tidak pernah berpihak pada rakyat, terutama rakyat kecil. Ini juga yang menyebabkan kesejahteraan rakyat yang menjadi tujuan adannya Negara tidak pernah terwujud. Rakyat tetap tak berdaya atas berbagai himpitan kehidupan yang semakin keras. Negara dinilai tak mampu memberikan pelayanan dan perlindungan rakyatnya. Lanjutkan membaca ‘Kekuatan Rakyat’

Buaya Ingin Jadi Cicak

Penahanan Bibit-Chandra menjadi perseteruan cicak-buaya semakin keras. Namun, bukan cicak yang kalah di ruang publik, justru buaya merasa terdesak dan ingin menjadi cicak agar mendapat simpati atau dukungan publik. Keinginan itu disampaikan Kapolri kepada para pimred media agar tidak menggunakan istilah cicak-buaya.

Melihat reaksi publik yang terasa tidak selaras dengan upaya Polri dalam menangani kasus Bibit-Chandra ini, Polri semakin kerepotan. Sebenarnya tak hanya Polri tapi Presiden sebagai penguasa tertinggi juga terkena getahnya. Dengan rekayasa pemberantasan pimpinan KPK ini, janji-janji pemberantasan SBY hanya sekedar janji kosong. Tak hanya itu, nama SBY juga ikut dicatut dalam rekaman KPK. Masyarakat kian sadar, bangsa ini memang kacau, bobrok, busuk terutama bagian atasnya. Lanjutkan membaca ‘Buaya Ingin Jadi Cicak’

Rating Poligami

Biasa, poligami menjadi kontroversi yang tak pernah selesai. Media selalu menempatkannya sebagai materi kontroversi yang cukup membangkitkan rating program. Maka berbagai fakta dan berita poligami bisa ditarik menjadi berita besar sampai infotaiment pun menjadi rubrik yang pas untuk membahasnya.

Ingatlah, setiap kali ada orang ’terkenal’ berpoligami, media langsung membidik sebagai berita kontroversi yang besar. Mulai poligami Puspo Wardoyo pemilik Ayam Bakar Wong Solo, Aa Gym, Syekh Puji dan kini, klub poligami Global Ikhwan menjadi  kontroversi ala media yang makin menjadi-jadi. Lanjutkan membaca ‘Rating Poligami’

Kabinet Compang-Camping

Audisi calon menteri cukup menarik media dan mengundang banyak kritik. Namun presiden merasa biasa atas kritik yang diberikan kepadanya. Jadilah para menteri itu diumumkan dan kritikan semakin tajam. Banyak yang menilai susunan kabinet ini lebi buruk dari pada yang sebelumnya.
Bila kritikan-kritikan itu dirangkum, yang pertama; KIB II tak lain adalah kabinet ”perkoncoan”. Ini tampak jelas dari sebagian besar menteri yang diangkat ada link konco/teman SBY. Baik teman partai, teman koalisi atau teman SBY pribadi. Sulit dibantah akan kebenaran ini, dan inilah faktanya. Lebih dari setengah adalah teman partai SBY, sedangkan lainnya adalah teman SBY atau yang dipesan pihak-pihak tertentu dan itupun temannya juga. Lanjutkan membaca ‘Kabinet Compang-Camping’

Demo di Pelantikan Presiden

Pelantikan SBY-Boediono sebagai Presiden-Wakil Presiden Periode 2009-2014 ternyata tak semulus yang dibayangkan. Ada banyak protes yang dilakukan elemen masyarakat saat pelantikan berlangsung.
Bila mengamati beberapa media, ada perbedaan pemberitaan pelantikan dan banyaknya demo masyarakat. Ada yang menyampaikan mulus-mulus saja dan ada yang meliput secara khusus demo terkait penolakannya terhadap SBY-Boediono. Ini jelas terkait keperpihakan media dalam peliputan. Sebagimana disadari bahwa media membawa berita sendiri sesuai dengan politik keredaksian yang dianut.
Dari liputan media yang meliput demontrasi mahasiswa dari daerah sampai pusat. Kamera wartawan merekam bagaimana tindakan aparat yang berlebihan dalam menyikapi para pengeritik jalanan ini. Tampak jelas sikap kasar, menghajar, merampas bahkan menghadang kendaraan-kendaraan yang baru mau berangkat ke tempat aksi demo. Penjagaan aparat kepolisian saat itu sangat ketat di beberapa titik yang prediksi dijadikan aksi demo. Sebuah tindakan yang sangat berlebihan dari aparat yang ingin mengamankan pelantikan rezim baru. Lanjutkan membaca ‘Demo di Pelantikan Presiden’

Menteri Jatah

Setiap kali menjelang penyusunan kabinet baru, para pengamat tertuju pada menteri jatah. Pada umumnya mereka menilai para menteri yang termasuk jatah partai ini dibilang menjadi penghambat pensejahteraan rakyat. Ini karena sisi profesionalitas dan baju partai masih dikenakan. Mereka dicap tidak mampu dan kadar mengutamakan kepentingan bangsa lebih kecil dibandingkan menteri yang berasal dari profesional. Lanjutkan membaca ‘Menteri Jatah’

Pemberitaan Sebelah Mata

Ini bukan yang pertama bagi media di Indonesia membuat pemberitaan lebih berat satu sisi. Lagi-lagi masalah kebebasan berekspresi dari para penulis dan cineas, kali ini ingin menghadirkan Miyabi sebagai pemeran utama dalam film. Pro-kontra terjadi karena Miyabi dikenal sebagai aktris porno Jepang dan mempunyai fans besar di Indonesia.

Pemberitaan sebelah mata ala media nasional ini tentu saja bukan sebuah kebetulan, tapi didasari keberpihakan media terhadap ‘hak’ kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi ini menjadi andalan media saat ini untuk menaikkan rating. Media telah dipenuhi program hiburan “sampah” yang justru merusak tatanan nilai dan berbahaya bagi generasi muda. Lanjutkan membaca ‘Pemberitaan Sebelah Mata’

KPK di Ujung Tanduk

Mimpi Indonesia bebas dari korupsi terasa semakin sulit diwujudkan. Alih-alih tidak percaya pada lembaga-lembaga yang sudah ada, KPK lahir sebagai lembaga spesialis menangani korupsi dalam semua level. Hasilnya cukup baik, tapi terasa jelas tebang pilihnya.
Kini, lembaga kecil itu seperti telur diujung tanduk. Kepalanya tertembak, kaki tangannya tak lengkap. Dalam posisi itu pun harus berhadapan dengan buaya yang tak tahu malu dalam berbuat kekacauan. Lanjutkan membaca ‘KPK di Ujung Tanduk’

Halaman Berikutnya »


EBOOK GRATIS

SILAKAN DOWNLOAD SEMUA EBOOK DI HALAMAN EBOOK. Kritik dan saran via sms 08977433855 atau via email rsi6it@yahoo.co.id.

MAU PESAN LOGO

Blog Stats

  • 4,504 hits