Buaya Ingin Jadi Cicak

Penahanan Bibit-Chandra menjadi perseteruan cicak-buaya semakin keras. Namun, bukan cicak yang kalah di ruang publik, justru buaya merasa terdesak dan ingin menjadi cicak agar mendapat simpati atau dukungan publik. Keinginan itu disampaikan Kapolri kepada para pimred media agar tidak menggunakan istilah cicak-buaya.

Melihat reaksi publik yang terasa tidak selaras dengan upaya Polri dalam menangani kasus Bibit-Chandra ini, Polri semakin kerepotan. Sebenarnya tak hanya Polri tapi Presiden sebagai penguasa tertinggi juga terkena getahnya. Dengan rekayasa pemberantasan pimpinan KPK ini, janji-janji pemberantasan SBY hanya sekedar janji kosong. Tak hanya itu, nama SBY juga ikut dicatut dalam rekaman KPK. Masyarakat kian sadar, bangsa ini memang kacau, bobrok, busuk terutama bagian atasnya. Lanjutkan membaca ‘Buaya Ingin Jadi Cicak’

Rating Poligami

Biasa, poligami menjadi kontroversi yang tak pernah selesai. Media selalu menempatkannya sebagai materi kontroversi yang cukup membangkitkan rating program. Maka berbagai fakta dan berita poligami bisa ditarik menjadi berita besar sampai infotaiment pun menjadi rubrik yang pas untuk membahasnya.

Ingatlah, setiap kali ada orang ’terkenal’ berpoligami, media langsung membidik sebagai berita kontroversi yang besar. Mulai poligami Puspo Wardoyo pemilik Ayam Bakar Wong Solo, Aa Gym, Syekh Puji dan kini, klub poligami Global Ikhwan menjadi  kontroversi ala media yang makin menjadi-jadi. Lanjutkan membaca ‘Rating Poligami’

Kabinet Compang-Camping

Audisi calon menteri cukup menarik media dan mengundang banyak kritik. Namun presiden merasa biasa atas kritik yang diberikan kepadanya. Jadilah para menteri itu diumumkan dan kritikan semakin tajam. Banyak yang menilai susunan kabinet ini lebi buruk dari pada yang sebelumnya.
Bila kritikan-kritikan itu dirangkum, yang pertama; KIB II tak lain adalah kabinet ”perkoncoan”. Ini tampak jelas dari sebagian besar menteri yang diangkat ada link konco/teman SBY. Baik teman partai, teman koalisi atau teman SBY pribadi. Sulit dibantah akan kebenaran ini, dan inilah faktanya. Lebih dari setengah adalah teman partai SBY, sedangkan lainnya adalah teman SBY atau yang dipesan pihak-pihak tertentu dan itupun temannya juga. Lanjutkan membaca ‘Kabinet Compang-Camping’

Demo di Pelantikan Presiden

Pelantikan SBY-Boediono sebagai Presiden-Wakil Presiden Periode 2009-2014 ternyata tak semulus yang dibayangkan. Ada banyak protes yang dilakukan elemen masyarakat saat pelantikan berlangsung.
Bila mengamati beberapa media, ada perbedaan pemberitaan pelantikan dan banyaknya demo masyarakat. Ada yang menyampaikan mulus-mulus saja dan ada yang meliput secara khusus demo terkait penolakannya terhadap SBY-Boediono. Ini jelas terkait keperpihakan media dalam peliputan. Sebagimana disadari bahwa media membawa berita sendiri sesuai dengan politik keredaksian yang dianut.
Dari liputan media yang meliput demontrasi mahasiswa dari daerah sampai pusat. Kamera wartawan merekam bagaimana tindakan aparat yang berlebihan dalam menyikapi para pengeritik jalanan ini. Tampak jelas sikap kasar, menghajar, merampas bahkan menghadang kendaraan-kendaraan yang baru mau berangkat ke tempat aksi demo. Penjagaan aparat kepolisian saat itu sangat ketat di beberapa titik yang prediksi dijadikan aksi demo. Sebuah tindakan yang sangat berlebihan dari aparat yang ingin mengamankan pelantikan rezim baru. Lanjutkan membaca ‘Demo di Pelantikan Presiden’

Menteri Jatah

Setiap kali menjelang penyusunan kabinet baru, para pengamat tertuju pada menteri jatah. Pada umumnya mereka menilai para menteri yang termasuk jatah partai ini dibilang menjadi penghambat pensejahteraan rakyat. Ini karena sisi profesionalitas dan baju partai masih dikenakan. Mereka dicap tidak mampu dan kadar mengutamakan kepentingan bangsa lebih kecil dibandingkan menteri yang berasal dari profesional. Lanjutkan membaca ‘Menteri Jatah’

Pemberitaan Sebelah Mata

Ini bukan yang pertama bagi media di Indonesia membuat pemberitaan lebih berat satu sisi. Lagi-lagi masalah kebebasan berekspresi dari para penulis dan cineas, kali ini ingin menghadirkan Miyabi sebagai pemeran utama dalam film. Pro-kontra terjadi karena Miyabi dikenal sebagai aktris porno Jepang dan mempunyai fans besar di Indonesia.

Pemberitaan sebelah mata ala media nasional ini tentu saja bukan sebuah kebetulan, tapi didasari keberpihakan media terhadap ‘hak’ kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi ini menjadi andalan media saat ini untuk menaikkan rating. Media telah dipenuhi program hiburan “sampah” yang justru merusak tatanan nilai dan berbahaya bagi generasi muda. Lanjutkan membaca ‘Pemberitaan Sebelah Mata’

KPK di Ujung Tanduk

Mimpi Indonesia bebas dari korupsi terasa semakin sulit diwujudkan. Alih-alih tidak percaya pada lembaga-lembaga yang sudah ada, KPK lahir sebagai lembaga spesialis menangani korupsi dalam semua level. Hasilnya cukup baik, tapi terasa jelas tebang pilihnya.
Kini, lembaga kecil itu seperti telur diujung tanduk. Kepalanya tertembak, kaki tangannya tak lengkap. Dalam posisi itu pun harus berhadapan dengan buaya yang tak tahu malu dalam berbuat kekacauan. Lanjutkan membaca ‘KPK di Ujung Tanduk’

Asal Ideologi Teroris

Penyergapan Densus 88 pada sebuah rumah di Solo memang tak se-dramatis di Temanggung, tapi hasilnya dibilang fantastis, Noordin M. Top tewas. Wajah pimpinan Polri sampai Presiden penuh semangat menyatakan Noordin tamat. Berbagai pihak memberikan kata selamat atas prestasi yang dicapai dalam menumpas teroris.
Mengapa terorisme menyita begitu banyak perhatian masyarakat?. Tentu saja kondisi ini disebabkan ketakutan yang ditanamkan pada teroris sungguh berlebihan. Kondisi ini sepertinya tetap dijaga agar banyak kepentingan yang bisa diraih. Rakyat merasa butuh akan kerja polisi, legalitas keberadaan Densus 88 yang dibiayai AS, pengalihan opini, legalitas memburu lawan politik dan mencegah kebangkitan Islam.
Kini setelah tewasnya Noordin, wacana ideologi teroris kian santer. Berbagai pernyataan dan analisa kelanjutan teroris ke depan mengaitkan dengan ideologi yang dianut para teroris saat ini. Presiden dan Wapres perlu menyampaikan bahwa yang lebih bahaya dalah ideologi teroris. Jadi, ke depan diprediksi bisa muncul teroris yang lebih hebat dari Noordin M. Top?. Mediapun perlu menampilkan pengamat teroris untuk memberikan penekanan pada masyarakat bahwa Syaifudin Zuhri dan yang lolos adalah sel sempurna yang bisa melakukan semua pekerjaan Noordin.
Pertanyaan selanjutnya, darimana sesungguhnya ideologi terorisme yang mudah dituduhkan kepada siapa saja?. Pertanyaan ini penting dijawab mengingat karena semua pihak menolak dikaitkannya, dan akhirnya terjadi sikap saling curiga diantara elemen masyarakat. Apalagi selalu pelaku terorisme diidentikan dengan Islam dan simbol-simbul keislaman. Lanjutkan membaca ‘Asal Ideologi Teroris’

Sekulerisasi di Bulan Ramadhan

Semangat religius menyelimuti setiap muslim dalam bulan ramadhan. Berbagai kegiatan untuk menyambut dan mengisinya begitu semarak. Tak ketinggalan berbagai pernak-pernik ramadhan juga tampak jelas mendominasi kehidupan. Tapi sadarkah kita, gerakan sekulerisme terlihat jelas dalam bayang-bayang religiusitas ramadhan?.
Pandangan ini terkesan ironis, bagaimana mungkin proses sekulerisasi dapat berjalan dalam suasana keimanan dan semangat beribadah umat Islam pada posisi tinggi?. Sebagian besar sedang puasa, dimana-mana diadakan aktivitas dakwah dan berbagai media serta aktivitas bisnis jasa dan perdagangan memberikan suasana ramadhan. Dimana dan kapan proses sekulerisasi berjalan?.
Agar bisa melihat jelas, marilah kita memahami betul karakter kapitalis sejati. Bagi kapitalisme, moment apapun harus bisa memberikan kontribusi atas akumulasi modal. Mereka melihat geliat ramadhan yang sangat besar, maka mereka membuat program khusus untuk geliat umat Islam sekaligus membungkusnya dalam suasana sekuler. Lanjutkan membaca ‘Sekulerisasi di Bulan Ramadhan’

Rezim Neolib

Pengumuman hasil pilpres menegaskan dominasi neolib di negeri yang kaya raya alamnya, namun miskin rakyatnya. Dinamika demokrasi diagungkan banyak pihak ternyata dimenangkan para pialang neolib, dengan menyisakan kecurangan yang sistematis. Bukti-bukti juga menyebutkan beberapa negara ikut campur mensukseskan agenda neolib di negeri ini. Ini menunjukkan adanya agenda asing agar Indonesia tetap menjadi surga bagi para juragan neolib asing.
Kondisi ini terjadi, karena rakyat masih terbodohkan oleh neolib dalam berbagai bidang. Jelas, bertentangan dengan esensi kemerdekaan yang setiap tahun diperingati dan dirayakan. Penjajahan masih ada dalam ideologi, pemikiran, hukum, ekonomi, politik hingga budaya. Lanjutkan membaca ‘Rezim Neolib’

Halaman Berikutnya »


EBOOK GRATIS

SILAKAN DOWNLOAD SEMUA EBOOK DI HALAMAN EBOOK. Kritik dan saran via sms 08977433855 atau via email rsi6it@yahoo.co.id.

MAU PESAN LOGO

Blog Stats

  • 3,924 hits

Komentar Terakhir

elida novita di Buaya Ingin Jadi Cicak
pinterpol di ebook
farizmuzakki di ebook
Assad Ismail di ebook
ami rahmi di ebook
ADMIN di Asal Ideologi Teroris
Abu Daffa' di ebook
apiideologi di Asal Ideologi Teroris